Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Geger! AS Segara Kirim 3.500 Paket Bom ke Israel

Pemerintahan Biden telah mengatakan bahwa mereka berencana melanjutkan penjualan senjata dan amunisi baru senilai $1 miliar ke Israel
Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyampaikan pidato di Julian Dixon Library in Culver City, California, AS pada Rabu (21/2/2024) dengan latar bertuliskan Cancelling Student Debt atau pengampunan pinjaman mahasiswa yang merupakan program pemerintah AS. - Bloomberg/Eric Thayer
Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyampaikan pidato di Julian Dixon Library in Culver City, California, AS pada Rabu (21/2/2024) dengan latar bertuliskan Cancelling Student Debt atau pengampunan pinjaman mahasiswa yang merupakan program pemerintah AS. - Bloomberg/Eric Thayer

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintahan Joe Biden telah mengatakan kepada anggota parlemen bahwa mereka berencana melanjutkan penjualan senjata dan amunisi baru senilai $1 miliar ke Israel.

Menurut laporan The Globe and Mail, ini merupakan pengiriman senjata pertama ke Israel yang ditunda sejak pemerintah menunda transfer senjata lainnya.

Laporan menyebut, paket senjata yang akan segera dikirim AS ke Israel terdiri dari 3.500 bom yang masing-masing memiliki berat hingga 2.000 pon.

Pemerintahan Biden sebelumnya sudah mengatakan pihaknya akan menghentikan pengiriman bom tersebut untuk mencegah Israel menggunakan amunisi tersebut dalam serangannya di kota Rafah yang padat di bagian selatan Gaza.

Paket baru yang diungkapkan pada hari Selasa mencakup sekitar $700 juta untuk amunisi tank, $500 juta untuk kendaraan taktis dan $60 juta untuk mortir.

Greg Meeks dari New York, petinggi Partai Demokrat di Komite Urusan Luar Negeri DPR, mengatakan bahwa paket yang diberitahukan kepada anggota parlemen minggu ini sedang dikerjakan selama beberapa waktu.

Ia menambahkan bahwa paket senjata ini tidak menggunakan uang dari paket belanja keamanan nasional yang ditandatangani menjadi undang-undang oleh Biden bulan lalu, yang mencakup sekitar $26 miliar bantuan untuk Israel dan bantuan kemanusiaan untuk orang-orang di Gaza.

Meeks mengatakan jika dibiarkan, senjata tersebut akan ditransfer dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Pemerintahan Biden mendapat kecaman dari kedua belah pihak atas cara mereka menangani perang Israel melawan Hamas di Gaza yang sudah berlangsung selama tujuh bulan.

Akankah Biden membiarkan penjualan senjata ke Israel dilanjutkan kembali?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper