Bisnis.com, JAKARTA - Tempat persembunyian Yahya Sinwar dikabarkan sudah terbongkar.
Menurut laporan Irish Independent, pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, kemungkinan besar bersembunyi di terowongan di bawah kota Khan Younis di utara.
Informasi intelijen ini, yang dilansir New York Times kemarin, menimbulkan pertanyaan lebih lanjut mengenai rencana Israel untuk menyerang Rafah.
Akankah Israel tetap mengambil segara risiko menyerang Rafah meskipun incaran mereka sedang tidak berada di wilayah tersebut?
Apalagi dalam manuver ini, Israel bisa benar-benar "berpisah" dari sekutunya, AS, yang sebelumnya sudah menentang rencana Israel menyerang Rafah.
Tampaknya, negara tersebut akan mengambil semua konsekuensinya.
Baca Juga
Sebab hingga saat ini, Israel bersikeras bahwa mereka harus memasuki Rafah, kota terakhir di Gaza yang tidak tersentuh oleh pertempuran sengit.
Tujuannya yakni untuk membubarkan unit Hamas yang tersisa di sana dan menangkap para pemimpin kelompok tersebut.
Kemarin sore, menteri luar negeri Mesir memperingatkan Blinken tentang “risiko keamanan besar” yang ditimbulkan oleh manuver Israel di Rafah, yang berbatasan dengan negaranya.
Sameh Shoukry juga menekankan perlunya melanjutkan pengiriman bantuan sesegera mungkin.