Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Eks Mendag Lutfi Bela Gibran Soal Hilirisasi Nikel yang Seret Nama Tom Lembong

Eks Mendag Muhammad Lutfi ikut mengomentari isu nikel yang menjadi perdebatan antarcawapres, Gibran, Mahfud, dan Cak Imin di yang juga menyeret nama Tom Lembong
Eks Mendag Lufti Bela Gibran Soal Hilirisasi Nikel yang Seret Nama Tom Lembong. Eks Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi /Bisnis-Gajah Kusumo
Eks Mendag Lufti Bela Gibran Soal Hilirisasi Nikel yang Seret Nama Tom Lembong. Eks Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi /Bisnis-Gajah Kusumo

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi ikut mengomentari isu nikel yang menjadi perdebatan antarcawapres, Gibran, Mahfud, dan Cak Imin di debat terakhir.

Saat debat cawapres pada 21 Januari 2024, Gibran berulang kali menyebut nama Thomas Lembong alias Tom Lembong yang disebutnya memberi 'catatan' ke Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Cawapres nomor urut 2 itu mengatakan bahwa tim sukses paslon Anies-Cak Imin melakukan kebohongan publik. Hal tersebut lantaran Thomas Lembong sempat menyebut bahwa Tesla tidak menggunakan baterai kendaraan listrik yang bahan bakunya nikel.

Merespons soal isu nikel tersebut, Lutfi menilai keputusan Gibran yang kerap mendorong keberlanjutan hilirisasi sudah tepat. Alasannya adalah Indonesia sangat kaya dengan nikel sehingga pemanfaatan melalui hiliriasasi harus dioptimalkan.

"Ya seenggaknya mas Gibran di debat cawapres kemarin, sudah menekankan pentingnya pemanfaatan sumber daya nikel ini," ujarnya di akun Instagram pribadinya, Selasa (23/1/2024).

Dia juga menyampaikan bahwa Nikel memiliki keunggulan, salah satunya kemampuan menampung energi lebih banyak jika dibandingkan dengan Lithium Ferro Phosphate (LFP) yang juga disebut dalam debat sebagai 'lawan' nikel.  

Adapun, dalam debat cawapres lalu, Gibran menegaskan bahwa agenda hilirisasi yang tertuang menjadi salah satu dasar pemerataan pembangunan. Menurutnya, hal itu akan berdampak kepada terbukanya 19 juta lapangan pekerjaan untuk generasi muda dan kaum perempuan.

Sementara itu, jika ditilik dari dokumen Visi, Misi dan Program Prabowo-Gibran, hilirisasi termasuk dalam 8 misi atau Asta Cita yang dicanangkan oleh paslon usungan Koalisi Indonesia Maju (KIM) tersebut. Misi ke-5 berbunyi, “Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.”

Program hilirisasi Prabowo-Gibran juga sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yakni kenaikan signifikan ekspor nikel terdorong oleh program hilirisasi pemerintah.

Plt. Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa ekspor nikel dengan kode HS 75 sepanjang 2023 mengalami kenaikan hingga lima kali lipat jika dibandingkan dengan periode pada 2015.

“Ekspor nikel dengan program hilirisasi yang dilakukan dan difasilitasi pemerintah telah mendorong ekspor nikel naik lebih dari US$4 miliar atau lima kali lipat dibandingkan dengan 2015,” katanya dalam konferensi pers, Selasa (15/8/2023).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper