Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ganjar Sebut Jokowi Minta Dirinya Wujudkan Kedaulatan Pangan

Capres Ganjar Pranowo mengaku sempat dimintai oleh Presiden Jokowi untuk mewujudkan kedaulatan pangan
Calon presiden Ganjar Pranowo (kedua kiri) berbincang dengan Rektor IPB University Arif Satria (kiri) dan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Himpunan Alumni (HA) IPB Walneg S Jas (kedua kanan) saat menghadiri Food and Agriculture Summit III dan Dialog Calon Presiden RI 2024-2029 di IPB International Convention Center, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/12/2023). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/rwa.
Calon presiden Ganjar Pranowo (kedua kiri) berbincang dengan Rektor IPB University Arif Satria (kiri) dan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Himpunan Alumni (HA) IPB Walneg S Jas (kedua kanan) saat menghadiri Food and Agriculture Summit III dan Dialog Calon Presiden RI 2024-2029 di IPB International Convention Center, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/12/2023). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/rwa.

Bisnis.com, BOGOR - Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengaku sempat dimintai oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mewujudkan kedaulatan pangan. 

Ganjar menyampaikan hal itu ketika berbicara dalam acara Food & Agriculture Summit III di IPB International Convention Center, Kota Bogor, Jawa Barat pada Selasa (19/12/2023).

Dia mengatakan, permintaan Jokowi itu disampaikan dalam rapat kerja nasional (rakernas) IV PDIP pada awal Oktober lalu. Waktu itu, rakernas PDIP bertemakan kedaulatan pangan.

"Dalam rakernas pangan kami, Presiden [Jokowi] waktu itu, 'Saya sudah bisik-bisik sama Pak Ganjar, nanti kalau dilantik [jadi presiden] langsung bicara kedaulatan pangan. Siapkan perencanannya mulai sekarang,' Bahasanya begitu," ungkap Ganjar.

Oleh sebab itu, Ganjar mengaku mempersiapkan pertemuan dan kontrak dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Mendengar pernyataan Ganjar itu, para sivitas akademika IPB yang hadir di lokasi acara langsung bertepuk tangan. Meski demikian, Ganjar menyangga tepuk tangan mereka. Menurutnya, tepuk tangan harus diikuti dengan dukungan elektoral.

"Enggak usah tepuk tangan dulu, kecuali di sini udah kompak mau dukung saya. Loh, ini komitmen take and give [memberi dan mengambil]. Soal selera enggak, saya tidak pernah memaksakan. Tapi ini konkret," ujar mantan gubernur Jawa Tengah ini.

Ganjar mencontohkan, kontrak terkait kedaulatan pangan yang dimaksud bisa berupaya produktivitas hasil pertanian. Misalnya, pemerintah memberi target dan para peniliti IPB memenuhi target tersebut.

"Kontrak dengan IPB, ini tanaman semusim, dalam setahun sudah kelihatan hasilnya. Selebihnya apa? Paksa. Ini loh peta Indonesia, ini loh daerah pertaniannya," jelasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper