Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Elite Timnas AMIN Sudirman Said Blak-blakan Soal Proyek IKN

Wakil Kapten Timnas AMIN, Sudirman Said merespons soal polemik proyek Ibu Kota Nusantara (IKN).
Elite Timnas AMIN Sudirman Said Blak-blakan Soal Proyek IKN. Suasana pembangunan Sumbu Kebangsaan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (22/9/2023). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Elite Timnas AMIN Sudirman Said Blak-blakan Soal Proyek IKN. Suasana pembangunan Sumbu Kebangsaan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (22/9/2023). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Kapten Timnas Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar alias Cak Imin (Amin), Sudirman Said merespons soal proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam visi misi paslonnya.

Sebelumnya, calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan menyebut bakal mengkaji ulang terkait pemindahan Ibu Kota ke IKN jika dirinya terpilih menjadi presiden.

Sudirman mengatakan bahwa siapapun yang menjadi Presiden RI selanjutnya bakal melanjutkan pembangunan sesuai dengan yang diamanatkan oleh Undang-undang.

"Kalau yang selalu dikatakan Pak Anies itu IKN sudah jadi UU dan tugas presiden mendatang siapapun itu ya melaksanakan UU kan," kata Sudirman di sela peluncuran bukunnya di Jakarta Selatan, Jumat (30/11/2023).

Lebih lanjut, eks Menteri ESDM itu mengatakan bahwa capres yang diusungnya itu akan mengkaji seluruh program dari pemerintahan sebelumnya jika menang di Pilpres 2024.

Dengan begitu, kata Sudirman, Anies bakal melanjutkan program yang memang sudah baik. Sementara, yang belum sesuai akan ada pengkajian ulang sebagian hingga seluruhnya.

"Jadi policy apapun ada hal-hal yg sudah cukup baik diteruskan, ada yg perlu perbaikan, ada yg perlu koreksi, bisa koreksi total, bisa ditinjau kembali, sampai ada yang tawaran baru dari pemerintahan yang baru," tambahnya.

Sudirman juga menyampaikan bahwa jika program maupun proyek yang sudah tidak relevan dengan kondisi nantinya maka bisa dikaji ulang.

"Nanti kita lihat kalau ada aspek-aspek yang tidak lagi relevan atau tidak lagi pas dgn situasi pada waktu itu, ya mesti dikaji," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper