Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Berumur 80 Tahun, Ini Alasan Biden Maju di Pilpres AS 2024

Joe Biden mengatakan alasannya maju kembali dalam Pilpres AS pada 2024 karena demokrasi sedang dipertaruhkan.
Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang didakwa terkait dengan upaya untuk membatalkan kekalahannya dalam Pilpres AS 2020, menghadap wartawan ketika meninggalkan Washington di Bandara Nasional Reagan Washington di dekat Arlington, Virginia, AS, 3 Agustus 2023/REUTERS
Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang didakwa terkait dengan upaya untuk membatalkan kekalahannya dalam Pilpres AS 2020, menghadap wartawan ketika meninggalkan Washington di Bandara Nasional Reagan Washington di dekat Arlington, Virginia, AS, 3 Agustus 2023/REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan alasannya maju kembali dalam pemilihan presiden (Pilpres) AS pada 2024 karena demokrasi sedang dipertaruhkan.

Hal ini disampaikannya saat bertemu dengan para pemimpin dunia di New York, Senin (18/9/2023), seraya menanggapi kekhawatiran pendukung tentang usianya yang tak lagi muda.

“Banyak orang tampaknya fokus pada usia saya. Ya, saya mengerti. Percayalah, saya lebih tahu dari siapa pun,” kata Biden yang berusia 80 tahun, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Selasa (19/9/2023).

Pada pilpres 2020, Biden mengalahkan mantan Presiden Donald Trump, pentolan Partai Republik yang mencalonkan diri dengan slogan "Make America Great Again" (MAGA).

Dia mungkin akan menghadapi Trump lagi pada tahun depan, karenaTrump adalah kandidat terdepan untuk nominasi presiden dari Partai Republik pada tahun 2024.

“Saya mencalonkan diri karena demokrasi sedang dipertaruhkan. Donald Trump dan anggota MAGA dari Partai Republik bertekad untuk menghancurkan demokrasi Amerika," koarnya.

Dia menambahkan bahwa pihaknya akan selalu membela, melindungi, dan memperjuangkan demokrasi AS.

Biden dijadwalkan berpidato di Majelis Umum PBB pada Selasa (19/8/2023) dan diperkirakan akan menekan para pemimpin untuk terus mendukung Ukraina dalam perang dengan Rusia.

Trump telah berupaya menggalang dukungan dunia untuk menentang Presiden Rusia Vladimir Putin. Namun, dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada hari Minggu (17/9/2023), Trump berkata bahwa dia berteman baik dengan Putin, sembari mengatakan bahwa dia tetap bersikap keras terhadap Rusia.

“Saya tidak akan memihak diktator seperti Putin. Mungkin Trump dan teman-temannya bisa membungkukkan badan, tapi saya tidak,” kata Biden.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper