Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rusia Dituding Jadi Dalang Pesawat Jatuh yang Ditumpangi Bos Wagner

Insiden pesawat jatuh yang ditumpangi oleh Bos Wagner Yevgeny Prigozhin menimbulkan kecurigaan kepada Rusia.
Bos tentara bayaran Wagner, Yevgeny Prigozhin, yang gagal memberontak tidak berada di Belarrusia, melainkan di Rusia menurut Presiden Belarusia Alexander Lukashenko./Reuters
Bos tentara bayaran Wagner, Yevgeny Prigozhin, yang gagal memberontak tidak berada di Belarrusia, melainkan di Rusia menurut Presiden Belarusia Alexander Lukashenko./Reuters

Bisnis.com, SOLO - Bos Wagner Yevgeny Prigozhin disebut menjadi salah satu korban pesawat jatuh di wilayah Tver dekat Moskow, pada Rabu (24/8/2023) waktu setempat.

Melansir NPR, badan penerbangan sipil Rusia, Rosaviatsia, dengan cepat melaporkan bahwa Prigozhinada dalam manifes korban pesawat jatuh.

Sebelumnya, Vladimir Rogov, seorang pejabat yang ditunjuk Rusia di wilayah Zaporizhzhia di Ukraina yang sebagian diduduki, mengatakan bahwa dia berbicara dengan komandan Wagner yang juga mengonfirmasi bahwa Prigozhin ada di kapal tersebut, begitu pula Dmitry Utkin, yang tanda panggilannya Wagner menjadi nama perusahaan tersebut.

Insiden ini menewaskan 10 orang, di mana salah satunya adalah Prigozhin. Meskipun hal ini belum dikonfirmasi.

Keir Giles, pakar Rusia di lembaga pemikir urusan internasional Chatham House, mendesak agar berhati-hati terhadap laporan kematian Prigozhin.

"Banyak orang telah mengubah nama mereka menjadi Yevgeniy Prigozhin, sebagai bagian dari upayanya untuk mengaburkan perjalanannya," ucap Giles. 

“Jangan kaget jika dia segera muncul di video baru dari Afrika,” lanjutnya.

Di sisi lain, beberapa media Rusia mengatakan bahwa kecelakaan ini menimbulkan spekulasi mencurigakan.

Mereka mengatakan bahwa Wagner telah menjadi subyek incaran, setelah munculnya pemberontakan terang-terangan terhadap Presiden Vladimir Putin.

"Motif balas dendam bagi negara Rusia menguat," tulis media tersebut.

Salah satu media yang terafiliasi dengan Wagner mengatakan bahwa kecelakaan itu kemungkinan bersifat sengaja.

Pasalnya seorang jenderal tinggi yang terkait dengan Prigozhin diberhentikan dari jabatannya sebagai komandan angkatan udara, tepat sebelum ada insiden pesawat jatuh.

Mengutip kantor berita Rusia Tass, pesawat tersebut membawa tiga pilot dan tujuh penumpang dalam perjalanan dari Moskow ke St. Petersburg jatuh hampir 300 kilometer (185 mil) di utara ibu kota, menurut para pejabat.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper