Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mahfud Ajak Asean Kolaborasi Berantas TPPO, Sebulan 1.943 Korban Diselamatkan

Menko Polhukam Mahfud MD mengajak negara-negara anggota Asean berkolaborasi memberantas TPPO.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Makassar Sulawesi Selatan, Kamis (13/7/2023), mengajak negara-negara anggota Asean berkolaborasi memberantas tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang semakin banyak terjadi di Indonesia./Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Makassar Sulawesi Selatan, Kamis (13/7/2023), mengajak negara-negara anggota Asean berkolaborasi memberantas tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang semakin banyak terjadi di Indonesia./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengajak negara-negara anggota Asean berkolaborasi memberantas tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang semakin banyak terjadi di Indonesia.

Hal itu disampaikan Mahfud dalam seminar nasional di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Kamis (13/7/2023).

Dia mengajak agar negara-negara anggota Asean bersama-sama memberantas TPPO yang semakin banyak terjadi di Indonesia.

Mahfud mengatakan, ada 1.943 korban TPPO yang telah diselamatkan dalam sebulan terakhir. Lalu, sebanyak 698 orang telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus TPPO.

"Jadi kita masih punya orang yang tersebar di berbagai negara yang berpeluang menjadi korban TPPO. Indonesia akan terus mengajak negara-negara Asean untuk memberantas TPPO," kata Mahfud dalam pemaparannya.

"Dalam satu bulan kita berhasil menyelamatkan 1.943 korban TPPO dan menjadikan sebagai tersangka orang yang suka mengirimkan, menjual, dan menjadi agen pengiriman orang dengan TPPO itu sebanyak 658 orang," jelasnya.

Dia menjelaskan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) saat ini juga melakukan pengawasan yang sungguh-sungguh, terutama kepada para pekerja Indonesia yang ada di luar negeri.

"Jumlah pekerja migran Indonesia di luar negeri itu menurut catatan BP2MI jumlahnya 9.200 orang dan 4.600 di antaranya adalah pekerja ilegal dari Indonesia," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper