Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

11 Bulan Digempur Rusia, IMF Pertimbangkan Bantuan US$16 Miliar untuk Ukraina

Invasi Rusia terhadap Ukraina memasuki bulan kesebelas, dan IMF menjajaki bantuan sebanyak US$16 miliar untuk mendukung ekonomi Ukraina,
Kantor pusat Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington D.C., AS/ Bloomberg - Andrew Harrer
Kantor pusat Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington D.C., AS/ Bloomberg - Andrew Harrer

Bisnis.com, JAKARTA – Invasi Rusia terhadap Ukraina memasuki bulan kesebelas, dan Dana Moneter Internasional (IMF) menjajaki bantuan sebanyak US$16 miliar untuk mendukung ekonomi Ukraina.

 Rencana IMF ini munsul seminggu sebelum KTT Uni Eropa-Ukraina, dan saat pasukan Presiden Rusia Vladimir Putin bersiap untuk serangan baru yang panjang.

Melansir Bloomberg, Sabtu (28/1/2023), IMF sedang menjajaki paket bantuan multi-tahunan untuk Ukraina senilai US$16 miliar untuk membantu memenuhi kebutuhan negara tersebut.

Cair atau tidaknya bantuan itu tergantung pada berbagai kondisi, termasuk dukungan dari negara-negara Kelompok Tujuh (G7), donor serta kreditur Ukraina yang memastikan keberlanjutan utang negara tersebut.

Rencana itu juga akan membutuhkan perubahan pada aturan pinjaman IMF, sehingga dana tersebut dapat dipinjamkan ke negara yang dilanda perang.

Jika disetujui, program tiga hingga empat tahun — senilai total US$14 miliar hingga US$16 miliar — akan dicairkan sebesar US$5 miliar hingga US$7 miliar pada tahun pertama.

Ada harapan rencana tersebut akan disetujui pada akhir Maret, dengan tahap pertama cair pada awal April. Ini juga diharapkan dapat membantu mendorong lebih banyak dukungan keuangan untuk negara dari kreditor publik dan swasta.

“Kecuali jika IMF mengubah ketentuan pinjamannya, akan menjadi kepentingan Ukraina untuk meminjam lebih sedikit dari IMF, dengan program IMF sebagian besar berfungsi sebagai jangkar kebijakan yang membantu memastikan bantuan keuangan dari negara-negara mitra,” ujar Olena Bilan, Kepala Ekonom lembaga keuangan Dragon Capital di kyiv.

IMF "tetap terlibat erat" dengan Ukraina, kata IMF dalam sebuah pernyataan sebagai tanggapan atas pertanyaan dari Bloomberg News, menambahkan kerja sama tersebut "dapat membuka jalan menuju program yang matang sepenuhnya," tanpa menguraikan rincian potensi ukuran pinjaman.

Kementerian Keuangan Ukraina menolak berkomentar. Dalam pernyataan terpisah pada Kamis (26/1/2023), pihaknya mengungkapkan harapan untuk program "sepenuhnya " dengan dana yang mencakup pembiayaan.

Kebutuhan Pendanaan

Jika rencana tersebut tidak mendapatkan dukungan yang cukup dari negara-negara anggota IMF, dana tersebut dapat mendukung Ukraina dengan program Instrumen Pembiayaan Cepat senilai US$1,3 miliar, menurut dua sumber.

IMF bulan lalu memperkirakan setidaknya dibutuhkan pendanaan eksternal untuk Ukraina US$39,5 miliar tahun ini.

Menteri Keuangan Serhiy Marchenko mengatakan pada 10 Januari 2023, bahwa Pemerintah Ukraina kekurangan anggaran bulanan sebesar US$3,5 miliar, dan selama setahun selama tahun 2023 sekitar US$42 miliar.

Namun, negara itu kemungkinan akan membutuhkan dana sekitar US$8 miliar lagi tahun ini untuk infrastruktur kritis yang rusak akibat serangan Rusia baru-baru ini, kata salah satu sumber.

Uni Eropa telah berkomitmen untuk memberikan bantuan keuangan kepada Ukraina sebesar €18 miliar (US$19,5 miliar) tahun ini dan Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan memberikan kontribusi sekitar US$10 miliar.

Ukraina mengantisipasi kreditur lain juga akan mengirimkan jumlah yang bervariasi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Nancy Junita
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper