Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Perang Rusia vs Ukraina: Angka Kematian Pasukan Rusia Makin Banyak

Presiden Ukraina Zelensky mengatakan bahwa para tentara Rusia banyak merasakan ketakutan.
Suasana  kompleks apartemen rusak berat setelah penembakan semalam saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut di Kharkiv, Ukraina. REUTERS/Leah Millis
Suasana kompleks apartemen rusak berat setelah penembakan semalam saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut di Kharkiv, Ukraina. REUTERS/Leah Millis

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pertahanan Ukraina melaporkan adanya peningkatan yang pesat dalam jumlah angka kematian Rusia. Kementerian mencatat bahwa sebanyak hampir 3.000 orang Rusia tewas dalam empat hari terakhir.

Dilansir dari Newsweek pada Senin (23/1/2023) Kementerian Pertahanan Ukraina baru saja mencatat sekitar 600 orang Rusia yang tewas, sehingga total korban dalam empat hari terakhir menjadi 2.290 korban. Lebih lanjut, Kementerian ini membeberkan bahwa pihak Rusia kini telah kehilangan sekitar 120.760 tentara sejak perang dimulai pada akhir Februari 2022 lalu.

Disamping itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pidatonya kepada warga Ukraina, Zelensky mengatakan bahwasanya pihak Rusia takut. Zelensky dengan tegas mengucapkan bahwa para tentara Putin sejatinya merasakan ketakutan.

"Mereka takut, kalian bisa merasakannya. Jelas mereka berhak takut, karena mereka kalah. Drone, rudal, apa pun tidak akan membantu mereka karena kita bersama. Dan mereka bersama hanya dengan rasa takut," kata Zelensky dikutip dari Newsweek pada Senin (23/1/2023).

Perang agresi Rusia di Ukraina sudah berlangsung selama 11 bulan. Rusia yang menginvasi Ukraina pada 24 Februari (2022), hingga saat ini selalu gagal merebut ibu kota Kyiv lantaran dipukul mundur oleh pejuang Ukraina. Selain itu pejuang Ukraina juga menunjukkan pertahanan yang kuat di kota-kota utara seperti Kharkiv, di mana mereka telah mendorong pasukan Rusia kembali ke perbatasan terdekat.

Selain itu, Mantan Jenderal Angkatan Darat AS Mark Hertling meramalkan bahwa perang Rusia dengan Ukraina mungkin akan memanas di musim semi. Dia menyebut bahwa pihak Putin akan lebih sulit untuk melakukan operasi selama musim dingin.

"Musim dingin dapat memperlambat operasi, lebih sulit untuk melakukan operasi dan telah terjadi slugfest yang sangat sulit di Timur dan barat daya, bahkan selama musim dingin. Saya pikir kita akan melihat hal-hal memanas sedikit, dan itu akan terjadi menjadi waktu yang tepat bagi Ukraina untuk melanjutkan operasi ofensif mereka," sebutnya.

Sementara Menteri Pertahanan AS Lloyd J. Austin mengatakan bahwa ada peluang bagi Ukraina untuk memperkuat kemampuannya pada waktu sekarang dan musim semi. Dia menyebut AS bersama perwakilan dari lebih dari 50 negara telah berkumpul untuk membahas cara memperkuat kemampuan militer Ukraina.

"Apa yang benar-benar kami fokuskan adalah memastikan bahwa Ukraina memiliki kemampuan yang diperlukan untuk sukses saat ini. Jadi kami memiliki jendela peluang di sini, antara sekarang dan musim semi ketika mereka memulai operasinya, serangan balik mereka, dan itu tidak lama, dan kita harus menyatukan kemampuan yang tepat," kata Austin.

Tak hanya itu, Austin juga memperingatkan tentang upaya mobilisasi Rusia dan rencananya untuk memperkuat pasukan, mencatat bahwa penting bagi Barat untuk terus mendukung Ukraina.

"Ini momen krusial. Rusia sedang menyusun kembali, merekrut, dan mencoba memperlengkapi kembali. Ini bukan momen untuk memperlambat, Ini adalah waktu untuk menggali lebih dalam. Orang-orang Ukraina mengawasi kita. Kremlin mengawasi kita, dan sejarah mengawasi kita," pungkasnya.

Rangkaian peristiwa perang Rusia vs Ukraina hari ke- 333:

– Jerman Bebaskan Polandia Kirim Tank Leopard Ke Ukraina

Menteri Luar Negeri Jerman mengatakan pihaknya tidak akan menghalangi Polandia untuk mengirim tank Leopard ke Ukraina.

– Jerman Berjanji Akan Terus Dukung Ukraina

Kanselir Jerman Olaf Scholz berjanji bahwa Jerman akan selalu mendukung Ukraina selama dan sekomprehensif yang diperlukan. Selain itu, dia juga menambahkan bahwa Jerman sebagai orang Eropa akan selalu ada untuk mempertahankan proyek perdamaian Eropa.

– Menteri Pertahanan Baru Jerman Berencana Kunjungi Ukraina

Menteri pertahanan baru Jerman, Boris Pistorius, berencana untuk segera mengunjungi Ukraina. Hal ini dia sampaikan secara langsung kepada sebuah surat kabar Jerman.

– Pengiriman Senjata dari Jerman akan Dikoordinasikan Bersama Mitra Lainnya

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan bahwa keputusan pengiriman senjata di masa depan akan dilakukan dengan berkoordinasi dengan sekutu, termasuk Amerika Serikat. Kemudian di bawah tekanan untuk mengizinkan pengiriman tank buatan Jerman ke Ukraina, kanselir mengatakan bahwa semua pengiriman senjata ke Ukraina sejauh ini dilakukan dalam koordinasi yang erat dengan mitra Barat.

– Polandia akan kirim 14 Tank Leopard untuk Ukraina

"Polandia mengumumkan siap mengirimkan 14 tank Leopard ke Kyiv, tetapi untuk saat ini Polandia masih menunggu pernyataan yang jelas dari Berlin," sebut Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock.

– Polandia Kritik Jerman yang Gagal Pasok Tank ke Ukraina

Perdana Menteri Polandia, Mateusz Morawiecki, mengkritik kegagalan Jerman memasok tank ke Ukraina.
“Sikap Jerman tidak dapat diterima. Sudah hampir setahun sejak perang dimulai. Orang yang tidak bersalah mati setiap hari, ”katanya.

– Boris Johnson Lakukan Kunjungan Dadakan Ke Ukraina

Mantan perdana menteri Inggris Boris Johnson melakukan kunjungan mendadak ke Ukraina. Kemudian dia mengatakan bahwa tindakannya ini adalah momen untuk melipatgandakan dan memberi orang Ukraina semua senjata yang mereka butuhkan.

Downing Street mengatakan bahwa Rishi Sunak mendukung kunjungan Boris Johnson, meskipun ada peringatan bahwa hal itu akan merusak otoritas perdana menteri saat ini.

– Prancis Berencana Kirim Tank Leclerc untuk Ukraina

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada Minggu bahwa dia tidak mengesampingkan kemungkinan pengiriman tank Leclerc ke Ukraina.

“Mengenai Leclerc, saya telah meminta kementerian pertahanan untuk mengerjakannya. Tidak ada yang dikecualikan,” katanya.

– Rusia Klaim Buat Kemajuan di Zaporizhzhia

Rusia mengklaim telah membuat kemajuan di wilayah Zaporizhzhia Ukraina. Setelah berbulan-bulan mengalami kebuntuan di wilayah tenggara, para pejabat yang ditugaskan di Moskow mengatakan front itu sekarang sedang bergerak. Sementara itu, tentara Ukraina justru melaporkan bahwa 15 pemukiman di wilayah Zaporizhzhia telah diserang artileri.

“Selama operasi ofensif ke arah Zaporizhzhia, unit distrik militer timur mengambil tempat dan posisi yang lebih menguntungkan,” kata kementerian pertahanan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ileny Rizky
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper