Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rangkuman Perang Rusia vs Ukraina, Sadis! Ini Bukti Penyiksaan Oleh Pasukan Rusia

Warga Ukraina mengaku menjadi korban kekerasan Rusia seperti ditahan di sel yang penuh dan sesak tanpa makanan dan air.
Petugas forensik menggali kuburan massal tak dikenal di kota Izyum, Ukraina  Timur/The Moscow Times
Petugas forensik menggali kuburan massal tak dikenal di kota Izyum, Ukraina Timur/The Moscow Times

Bisnis.com, JAKARTA – Perang Rusia vs Ukraina tak kunjung usai. Pada hari ke-324 perang, bukti dari dugaan penyiksaan dan penahanan ilegal yang dilakukan oleh pasukan Rusia di wilayah Ukraina mulai mencuat.

Dilansir dari Dailymail.com, Jumat (13/1/2023) penyelidik kejahatan perang Kyiv mengatakan bahwa tercatat lebih dari seribu warga diculik selama pendudukan Rusia. Tak hanya itu, salah seorang warga yang mengaku sebagai korban dari penculikan yang dilakukan oleh pasukan Rusia melaporkan kepada jaksa penuntut terkait hal buruk yang dia alami selama penculikan itu terjadi.

Oksana Minenko, seorang akuntan yang kini berusia 44 tahun. Minenko tinggal di Kota Kherson, Ukraina. Kepada jaksa penuntut dia mengatakan bahwa dirinya telah berulang kali ditahan dan disiksa oleh pasukan pendudukan Rusia. Selain itu dia juga menuturkan ke jaksa penuntut bahwa tangannya dipaksa untuk dimasukkan ke dalam air mendidih. 

Lebih parahnya, Minenko mengatakan bahwa pasukan Rusia dengan sengaja mencabut kuku jarinya dan pasukan Rusia juga dengan tega  memukuli wajahnya dengan popor senapan. Akibat dari insiden ini, Minenko kini membutuhkan tindakan operasi plastik.

Tak hanya itu, metode penyiksaan lainnya yang dilakukan oleh tentara pendudukan Vladimir Putin adalah menyetrum alat kelamin dan bagian tubuh lainnya. Penegak hukum Ukraina juga menuturkan bahwa pihaknya terus mendapatkan laporan dari korban mengenai adanya pemukulan dan berbagai bentuk kekerasan lainnya yang bahkan menyebabkan warga Ukraina tewas akibat disiksa.

Ketika Minenko datang ke pusat bantuan kemanusiaan pada awal Desember lalu, bekas luka masih terlihat di sekitar area matanya. Pada saat itu dia mengatakan bahwa dia berencana menjalani operasi untuk memperbaiki kerusakan di wajahnya itu. "Satu rasa sakit tumbuh menjadi yang lain. Aku adalah mayat hidup," sebut Minenko.

Selain itu, dua warga Ukraina yang juga mengaku sebagai korban kekerasan Rusia melaporkan bahwa mereka ditahan di sel yang penuh dan sesak tanpa adanya sanitasi dan tidak mendapatkan makanan atau air yang cukup selama dua bulan.

Kemudian penuntut utama kejahatan perang Ukraina, Yuriy Belousov, mengatakan bahwa pihak berwenang telah mengidentifikasi sepuluh lokasi di wilayah Kherson yang diduga digunakan oleh pasukan Rusia untuk menahan warga Ukraina. Belousov menyampaikan terdapat sekitar 200 orang warga yang diduga telah disiksa atau diserang secara fisik saat ditahan di lokasi tersebut dan sekitar 400 orang lainnya ditahan secara ilegal.

"Pihak berwenang telah membuka penyelidikan pra-sidang secara nasional atas dugaan penahanan yang melanggar hukum terhadap lebih dari 13.200 orang. Mereka juga telah melakukan sebanyak 1.900 penyelidikan atas tuduhan tindakan kekerasan dan penahanan ilegal," kata Belousov.

Rangkaian peristiwa perang Rusia vs Ukraina hari ke-324:

– Pasukan Ukraina akan dibekali senjata lengkap dalam perang di Bakmut dan Soledar

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengatakan bahwa pasukan Ukraina yang kini sedang berjuang mempertahankan Bakhmut dan Soledar di timur akan dipersenjatai dengan semua alat yang mereka butuhkan untuk menahan pasukan Rusia dalam beberapa pertempuran paling berdarah dalam perang tersebut. 

– Ratusan warga Ukraina terjebak di Soledar

Ratusan warga sipil masih terperangkap di Soledar, kata Ukraina , sementara pertempuran berdarah berlanjut untuk menguasai kota pertambangan garam yang sebagian besar hancur. Gubernur Donetsk Pavlo Kyrylenko mengatakan bahwa tercatat 559 warga sipil masih berada di Soledar, kemudian 15 anak juga dilaporkan masih terjebak di wilayah itu dan tidak dapat dievakuasi.

– Ukraina bantah klaim Rusia yang menguasai Soledar

Militer Ukraina membantah bahwa pasukan Rusia telah mengepung dan menguasai Soledar. Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Hanna Miiar mengatakan bahwa pasukan Ukraina kini masih bertahan dalam pertempuran sengit yang terus berlanjut di kota itu.

– Ukraina klaim membunuh ratusan pasukan Rusia

Militer Ukraina mengklaim pasukannya membunuh lebih dari 100 tentara Rusia dalam satu serangan di Soledar, sementara Volodymyr Zelensky sebelumnya mengejek klaim Rusia yang telah merebut kota itu dan mengatakan pertempuran sedang berlangsung.

Gambar satelit yang diambil oleh Maxar Technologies menunjukkan kehancuran yang ditimbulkan pada Soledar. The Guardian memiliki serangkaian gambar mencolok dari dalam kota Ukraina timur.

– Pihak Analisis komentari keputusan Putin menetapkan komandan baru perang 

"Langkah Presiden Vladimir Putin untuk menggantikan komandan utamanya di Ukraina setelah beberapa bulan adalah tanda kekacauan militer dan ketidak sabarannya yang semakin besar dalam perang yang tidak dimenangkan Rusia," kata para analis. 

Kementerian pertahanan di Rusia mengatakan pada bahwa pihaknya, sekali lagi, mengganti komandan utamanya di Ukraina, mereka menempatkan kepala staf angkatan darat Valery Gerasimov sebagai penanggung jawab. Ini menjadi keputusan yang terbaru dari beberapa perombakan besar kepemimpinan militer Moskow.

– Ukraina waspadai kemungkinan adanya serangan di Belarusia

Seorang juru bicara komando angkatan udara Ukraina telah memperingatkan kemungkinan serangan rudal dari Belarusia. Yurii Ihnat mengatakan bahwa dari wilayah Belarusia lah sebagian besar rudal balistik diluncurkan pada awal invasi Rusia ke Ukraina. 

Selama kunjungan ke Lviv, Zelensky menyerukan agar pasukannya selalu siap baik di perbatasan maupun di wilayah dekat Belarusia di tengah kekhawatiran Rusia akan melancarkan serangan baru dari utara.

– Wagner Rusia klaim menemukan mayat dari salah satu warga Inggris yang dilaporkan hilang

Kepala kelompok tentara bayaran Wagner Rusia, Yevgeny Prigozhin, mengklaim pasukannya telah menemukan mayat salah satu dari dua pekerja sukarela Inggris yang dilaporkan hilang di Ukraina timur. Prigozhin tidak menyebutkan nama orang yang meninggal itu, tetapi mengatakan dokumen milik kedua warga Inggris telah ditemukan di tubuhnya.

– Rusia pertimbangkan batas usia wajib militer

Seorang mantan wakil menteri pertahanan Rusia telah menyarankan agar negaranya dapat meningkatkan batas usia atas wajib militer dari 27 menjadi 30 tahun untuk kampanye rancangan musim semi tahun ini.

Andrey Kartapolov, ketua komite pertahanan Duma Negara, menyarankan agar perubahan itu dapat dilakukan tanpa mengubah standar yang lebih rendah untuk wajib militer 18 tahun.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ileny Rizky
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper