Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kejam, Presiden Rusia Putin Rebut Gedung Sekolah dan Perusahan Ukraina

Perang Rusia vs Ukraina semakin memanas. Presiden Putin kini telah membuat ruang amunisi di bawah tanah.
Reruntuhan apartemen di Donesk, Ukraina, yang terhantam rudal Rusia /Pavlo Kyrylenko/Handout via REUTERS
Reruntuhan apartemen di Donesk, Ukraina, yang terhantam rudal Rusia /Pavlo Kyrylenko/Handout via REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Perang Rusia vs Ukraina hari ke-330 semakin memanas. Kini pasukan Putin merebut gedung sekolah dan perusahan Ukraina di Zaporizhzhia.

Walikota Zaporizhzhia, Dmytro Orlov mengungkapkan bahwa Rusia telah merebut institusi pendidikan dan perusahaan komunal. Dia menyebut bahwa pasukan Putin saat ini tengah membuat gudang amunisi di ruang bawah tanah. Walikota Energodar mengatakan bahwa para pasukan Rusia telah merampas kunci dari pekerja teknis di sekolah-sekolah.

Tak hanya itu, Orlov juga mencatat bahwa Rusia mulai menempatkan militernya di ruang bawah tanah gedung-gedung tinggi, yang diubah menjadi gudang dengan amunisi. Dengan begitu, dia memperingatkan kepada masyarakat sipil dan pasukan Ukraina untuk selalu waspada.

"Kasus seperti itu tidak unik. Bersembunyi di balik punggung warga sipil, penjajah telah membuat gudang dengan amunisi dan menduduki wilayah tertentu, menempatkan personel mereka di sana," kata Orlov.

Sebelumnya, Rusia juga dilaporkan sedang mempersiapkan pertahanan kota Energodar dengan mendirikan barak dan gudang dengan amunisi di ruang bawah tanah bangunan tempat tinggal.Tak hanya itu, dilaporkan juga adanya sejumlah besar bahan peledak di gedung pusat komunikasi dekat komite eksekutif kota.

Sementara  Pimpinan Zaporizhzhia OVA, Oleksandr Starukh mengatakan bahwa pihaknya terus mendapatkan laporan mengenai warga Ukraina yang menghilang di wilayah yang diduduki sementara di wilayah Zaporizhzhia.

Starukh mengatakan bahwa penjajah Rusia terus menculik sandera yang saat ini telah berjumlah lebih dari 230 orang.  Selain itu, Starukh juga mencatat bahwa di wilayah Melitopol yang diduduki sementara, Rusia mencoba membuat unit militer ilegal yang disebut tipe LDNR.

“Ada informasi bahwa setiap orang dipaksa untuk mengambil paspor Rusia, jika Anda tidak mengambil paspor, Anda tidak dapat bekerja, Anda tidak dapat berbisnis, yaitu, paksaan untuk bekerja sama menjadi total. Oleh karena itu, tidak ada yang aman, di wilayah pendudukan, khususnya, dari segala konsekuensi tindakan teroris. Sama sekali tidak aman, khususnya, untuk dimobilisasi," tegas Starukh, dikutip dari Glavcom pada Kamis (19/1/2023).

Bagi Starukh tindakan penculikan dan penyanderaan warga sipil Ukraina ini merupakan bahaya terbesar. Dia sangat menyayangkan mengapa pihak militer Putin sangat tega melakukan tindakan yang sangat tidak manusiawi itu.

"Lebih dari 230 orang masih di ruang bawah tanah, tersiksa oleh bajingan ini, nyawa dan kesehatan mereka terancam. Sayangnya, bukan fakta bahwa mereka akan keluar dari sana hidup-hidup," pungkas kepala OVA Zaporizhzhya itu.

Dilansir dari The Guardian, berikut rangkaian peristiwa perang Rusia vs Ukraina di hari ke-330:

– Zelensky Minta Bantuan Pasokan Tank dari Barat

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky minta bantuan bagi tentara Ukraina, agar negara-negara barat memberikan dipasok tank. Presiden ini juga mendesak ketetapan hati dan kecepatan pengambilan keputusan dari sekutu barat.

Berpidato di Forum Ekonomi Dunia di Davos melalui tautan video pada hari Rabu, presiden Ukraina memperingatkan bahwa tirani melampaui demokrasi.

– Menteri Dalam Negeri Ukraina Tewas Dalam Insiden Kecelakaan Helikopter

Sedikitnya 14 orang termasuk Menteri dalam Negeri Ukraina, Denys Monastyrsky dan pejabat senior lainnya tewas setelah sebuah helikopter jatuh di sebuah taman kanak-kanak di pinggiran Kyiv.

– Nato Terus Pastikan Pasokan Senjata Ukraina

Negara-negara NATO akan mengumumkan bantuan senjata berat baru untuk Ukraina. Para sekutu Ukraina juga rencananya akan bertemu pada Jumat mendatang di pangkalan militer Ramstein di Jerman, termasuk 30 anggota NATO. 

“Pesan utamanya adalah akan ada lebih banyak dukungan dan dukungan yang lebih maju, senjata yang lebih berat, dan senjata yang lebih modern,” kata Jens Stoltenberg, sekretaris jenderal aliansi tersebut. 

Bulan ini Inggris menjanjikan tank berat barat. Sementara AS berjanji untuk mengirim kendaraan tempur lapis baja Bradley yang kuat. Disamping itu Prancis menawarkan RC AMX-10 yang sangat mobile.

– Uni Eropa Dukung Barat Sediakan Tank Ke Ukraina

“Kami, UE, akan terus mendukung mereka selama diperlukan,” kata Presiden Dewan Eropa Charles Michel, pada hari Rabu (18/1/2023).

“Waktunya sekarang mereka (Ukraina) sangat membutuhkan lebih banyak peralatan dan saya secara pribadi mendukung untuk memasok tank ke Ukraina," sambungnya.

– Jerman Tak Janji Pasok Tank Leopard

Kanselir Jerman menghindari komitmen untuk memasok tank Leopard 2 ke Ukraina. Olaf Scholz tidak menyebutkan tank Leopard ketika seorang delegasi Ukraina bertanya kepadanya mengapa ragu-ragu dalam menandatangani re-ekspor mereka di KTT Davos. 

Pemimpin Jerman itu mengatakan negaranya terkait secara strategis dengan AS, Prancis, dan mitra lainnya. Selain itu dia mengatakan bahwa setiap keputusan tentang senjata harus menjadi bagian dari upaya kolektif untuk membantu Ukraina memenangkan perang. 

– Jerman Berencana Kirim Tank Abrams

Surat kabar Sueddeutsche Zeitung kemudian melaporkan bahwa Scholz telah berbicara dengan presiden AS, Joe Biden, dan menjelaskan bahwa Jerman hanya dapat menyerah pada tekanan untuk mengirimkan jika AS mengirimkan tank tempur Abrams.

"AS tidak siap untuk menyediakan tank Abrams canggih ke Ukraina,"  kata seorang pejabat senior Pentagon pada hari Rabu (18/1/2023).

– Kanada Sumbang 200 Pengangkut Personel Lapis Baja

Kanada mengumumkan akan menyumbangkan 200 pengangkut personel lapis baja ke Ukraina . Langkah itu dilakukan saat kunjungan ke Kyiv oleh Menteri Pertahanan Kanada, Anita Anand. Zelensky berterima kasih kepada rakyat Kanada dan perdana menterinya, Justin Trudeau.

– Bulgaria Bantu Ukraina dengan Pasok Diesel dan Amunisi dalam Jumlah Besar

"Bulgaria membantu Ukraina bertahan dari serangan awal Rusia dengan secara diam- diam memasoknya dengan sejumlah besar diesel dan amunisi yang sangat dibutuhkan," kata para politisi yang bertanggung jawab. 

Mantan perdana menteri Bulgaria Kiril Petkov dan Menteri Keuangan Assen Vassilev mengatakan negara mereka salah satu anggota UE termiskin dan telah lama dianggap pro-Moskow. 

Bulgaria menyediakan 30 persen amunisi kaliber Soviet yang dibutuhkan tentara Ukraina selama periode penting tiga bulan lalu.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ileny Rizky
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper