Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Rusia Belum Kendor! Ratusan Artileri Ukraina dan Gudang Roket AS Hancur

Rusia mulai membalikkan keadaan. Sedangkan rudal dan senjata-senjata artileri mereka berhasil membuat kalang kabut serangan balik Ukraina.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 01 Desember 2022  |  05:50 WIB
Rusia Belum Kendor! Ratusan Artileri Ukraina dan Gudang Roket AS Hancur
Kendaraan militer yang hancur terlihat selama konflik Ukraina-Rusia di kota Rubizhne, wilayah Luhansk, Ukraina, 1 Juni 2022. - Antara/Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pasukan militer Rusia terus melakukan operasi militer khusus di Ukraina. Sepanjang hari kemarin, Rusia memperoleh kemajuan di beberapa titik pertempuran.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia melaporkan bahwa pasukannya bergerak cukup ofensif di wilayah Donetsk. Mereka berhasil merebut pemukiman Belogorovka dan Pershe Travnya dari tangan Ukraina. 

"Hingga 50 prajurit Ukraina, empat kendaraan tempur lapis baja, tiga tunggangan artileri self-propelled, dan enam kendaraan dihancurkan," ungkap Juru Bicara Kemhan Rusia Igor Konashenkov, Kamis (1/12/2022).

Selain itu, pasukan Rusia juga berhasil menggagalkan sejumlah serangan balik Ukraina.  Di arah Kupyansk, kelompok kompi taktis dan tank Ukraina  menyerang posisi pasukan Rusia di area pemukiman Novoselovskoye, Luhansk. Namun serangan ini berhasil ditahan pasukan Rusia. Rusia bahkan menewaskan 50 prajurit Ukraina.

Serangan Ukraina di arah Krasno-Limansky, juga dikalahkan oleh tembakan artileri, serangan penerbangan militer, dan tindakan tegas pasukan Rusia. Pasukan Ukraina dilempar kembali ke posisi semula. "Akibat baku tembak yang rumit, kerugian musuh ke arah ini berjumlah lebih dari 40 prajurit Ukraina, satu tank, empat kendaraan tempur infanteri, dan satu kendaraan dengan amunisi."

Sementara itu, di arah Donetsk Selatan pasukan Ukraina, selama sehari, pasukan Ukraina mencoba melakukan serangan balik terhadap posisi pasukan Rusia di wilayah pemukiman Novomikhailovka, Novodonetskoye dan Novosyolka. Serangan balik berhasil dipukul mundur. 

Serangan Rusia

Sementara itu, penerbangan operasional-taktis dan militer, pasukan misil, dan artileri Rusia berhasil menghancurkan 97 unit artileri Angkatan Bersenjata Ukraina di posisi tembak, tenaga kerja, dan peralatan militer di 157 distrik.

Di daerah kota Dnepropetrovsk, sebuah gudang besar senjata roket dan artileri dari kelompok pasukan Khortytsya dari Angkatan Bersenjata Ukraina dihancurkan, di mana roket HIMARS, MLRS, sistem peluncuran roket ganda Uragan dan amunisi disimpan.

"Di area pemukiman Minkovka dan Chasov Yar di Republik Rakyat Donetsk, dua stasiun radar kontra-baterai AN / TPQ-37 buatan AS dihancurkan," imbuh Igor.

Igor menambahkan bahwa di desa Toretsk, Donetsk, pos komando dan pusat komunikasi brigade 1 Angkatan Bersenjata Ukraina dihancurkan. Selama pertarungan kontra-baterai di area pemukiman Zhovtneve, wilayah Kharkiv, satu peleton sistem artileri M777 buatan AS dihantam pada posisi tembak.

"Depot amunisi Brigade Infanteri ke-60 Angkatan Bersenjata Ukraina  juga dihancurkan di dekat pemukiman Primorskoye, wilayah Zaporozhyex," ujarnya.

Pasukan Rusia juga menembak jatuh Sebuah pesawat Su-25 Angkatan Udara Ukraina melalui pertahanan udara di wilayah pemukiman Artemovsk di Donetsk.

Adapun 8 kendaraan udara tak berawak juga dihancurkan termasuk 8 roket dari sistem roket peluncuran ganda HIMARS dicegat di wilayah pemukiman Mostki di Luhansk, Melitopol di wilayah Zaporozhye, Amvrosievka, Debaltseve di Donetsk, serta roket Alder di wilayah pemukiman Pokrovka di Donetsk.

Secara total, sejak awal operasi militer khusus, 334 pesawat, 177 helikopter, 2.589 kendaraan udara tak berawak, 391 sistem rudal antipesawat, 6.903 tank dan kendaraan tempur lapis baja lainnya, 904 kendaraan tempur dari berbagai sistem peluncuran roket, 3.634 lapangan senjata artileri dan mortir, serta 7.424 unit kendaraan militer khusus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia Ukraina Perang Rusia Ukraina
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top