Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Hakim Agung Gazalba Tersangka, KPK Soroti Pemotongan Hukuman Koruptor di MA

KPK menetapkan Hakim Agung Gazalba Saleh sebagai tersangka kasus suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 29 November 2022  |  16:39 WIB
Hakim Agung Gazalba Tersangka, KPK Soroti Pemotongan Hukuman Koruptor di MA
Hakim Agung Gazalba Saleh (kiri) usai diperiksa sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (27/10/2022). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - KPK menetapkan Hakim Agung Gazalba Saleh sebagai tersangka kasus suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto menyatakan dengan ditetapkannya Gazalba sebagai tersangka, pihaknya membuka kemungkinan untuk mengusut dugaan 'main mata' dalam pemotongan hukuman koruptor di tingkat peninjauan kembali (PK).

Hal ini berkaca dari maraknya pemotongan masa hukuman koruptor di tingkat PK. Apalagi, Gazalba merupakan salah satu hakim yang memutus memotong hukuman eks Menteri KKP Edhy Prabowo dari 9 tahun menjadi 5 tahun penjara.

"Yang jelas semuanya berdasarkan atas kecukupan alat bukti yang ada, tidak bisa kita mengatakan. Memang ada diskon pada awal-awal. Pengurangan hukuman di tingkat PK marak, itu juga menjadi perhatian kami," kata Karyoto di gedung KPK dikutip Selasa (29/11/2022).

Dia mengatakan, sebagai seorang hakim tentu Gazalba tidak hanya menangani satu perkara. Jika Gazalba sudah diperiksa, maka lembaga antirasuah pun akan mencari bukti terkait 'main-mata' di perkara lain.

Sebelumnya, KPK resmi mengumumkan Gazalba Saleh sebagai tersangka kasus suap penanganan perkara di MA.

KPK juga menetapkan dua tersangka baru lainnya yakni Hakim Yustisial Panitera Pengganti pada Kamar Pidana MA RI, dan Asisten Hakim Agung Gazalba, Prasetio Nugroho (PN), serta Staf Hakim Agung Gazalba, Rendhy Novarisza.

"Dalam proses penyidikan perkara dengan tersangka SD (Sudrajad Dimyati) dkk, KPK kemudian menemukan kecukupan alat bukti mengenai adanya dugaan perbuatan pidana lain dan ditindaklanjuti ke tahap penyidikan dengan menetapkan dan mengumumkan Tersangka," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto kepada wartawan dalam konferensi pers, Senin (28/11/2022).

Gazalba berperan untuk memutus peninjauan kembali terdakwa Budiman Gandi Suparman selaku Pengurus KSP Intidana.

Gazalba diduga menerima sejumlah uang lantaran memutus perkara tersebut.

Adapun, Gazalba belum ditahan lantaran tidak hadir pada agenda pemeriksaan hari ini. Sementara itu, dua tersangka lainnya, Rendhy dan Prasetio ditahan selama 20 hari kedepan.

Atas perbuatannya, Gazalba disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau b Jo Pasal 11 Undang-Undang

Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK mahkamah agung hakim agung
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top