Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Presiden Palestina Mahmoud Abbas Tidak Percaya Lagi pada AS

Presiden Palestina Mahmoud Abbas sudah tidak percaya lagi kepada Amerika Serikat (AS) terkait penyelesain konflik negaranya dengan Israel.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 13 Oktober 2022  |  21:30 WIB
Presiden Palestina Mahmoud Abbas Tidak Percaya Lagi pada AS
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyampaikan pidato menyusul pengumuman oleh Presiden AS Donald Trump tentang rencana perdamaian Timur Tengah, di Ramallah di Tepi Barat yang diduduki Israel, 28 Januari 2020. - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan bahwa dirinya sudah tidak percaya lagi kepada Amerika Serikat (AS) terkait penyelesain konflik negaranya dengan Israel.

Perkataan itu mengemuka saat Abbas bertemu dengan Presiden Rusia Vladmir Putin pada Kamis (13/10/2022) di Astana, Kazakhtan.

Pada saat bersamaan Abbas mendukung kuartet mediator internasional, yakni: Rusia, AS, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Uni Eropa dalam menyelesaikan konflik Palestina-Israel.

Abbas menegaskan AS tak boleh dibiarkan bertindak sendiri.

“Kami tidak percaya Amerika dan Anda tahu posisi kami. Kami tidak mempercayainya, kami tidak bergantung kepadanya, dan dalam situasi apa pun kami tidak bisa menerima Amerika sebagai satu-satunya pihak dalam menyelesaikan masalah," ujar Abbas kepada Putin di sela Conference on Interaction and Confidence Building Measures in Asia (CICA) seperti yang dikutip dari Chanel News Asia, Kamis (13/10/2022).

Selain itu, pernyataan Abbas didasarkan pada kecurigaan dirinya terhadap apa yang dilakukan oleh AS dalam upaya untuk mengisolasi Rusia atas serangannya terhadap Ukraina.

Abbas dalam pertemuan dengan Putin juga menyebut bahwa dirinya benar-benar puas dengan posisi Rusia terhadap rakyat Palestina saat in.

"Rusia berdiri dengan keadilan dan hukum internasional dan itu sudah cukup bagi kami," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

israel palestina amerika serikat
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top