Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ukraina Klaim Rebut Kembali 6 Permukiman di Kherson

Sebanyak enam pemukiman telah dibebaskan di distrik Kherson serta 61 lainnya di distrik Beryslav.
Anggota Pasukan Kehormatan bersiap mengibarkan bendera nasional Ukraina di tengah-tengah masih berlangsungnya invasi Rusia saat Upacara Peringatan Hari Bendera Nasional di Kyiv, Ukraina, Selasa (23/8/2022). Hari Bendera Nasional dirayakan satu hari sebelum Peringatan Hari Kemerdekaan Ukraina yang jatuh setiap tanggal 24 Agustus./Antara
Anggota Pasukan Kehormatan bersiap mengibarkan bendera nasional Ukraina di tengah-tengah masih berlangsungnya invasi Rusia saat Upacara Peringatan Hari Bendera Nasional di Kyiv, Ukraina, Selasa (23/8/2022). Hari Bendera Nasional dirayakan satu hari sebelum Peringatan Hari Kemerdekaan Ukraina yang jatuh setiap tanggal 24 Agustus./Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Militer Ukraina mengklaim telah merebut kembali 2.400 kilometer persegi wilayah Kherson di selatan Ukraina. Hal tersebut disampaikan seorang pejabat senior Ukraina pada Jumat (7/10/2022) waktu setempat.

Wakil Kepala Kantor Presiden Kyrylo Tymoshenko melaporkan, sebanyak enam permukiman telah dibebaskan di distrik Kherson serta 61 lainnya di distrik Beryslav.

Dia juga menyampaikan, evakuasi warga sipil terus berlanjut di tengah kehancuran besar-besaran terhadap infrastruktur penting di kota-kota seperti Arkhanhelske, Vysokopillia dan Osokorivka, yang semuanya mengalami pertempuran sengit selama berminggu-minggu dan tembakan tidak langsung. 

“Penghancuran sedang berlangsung,” ujarnya, melansir CNN, Sabtu (8/10/2022).

Pasukan Ukraina telah membuat kemajuan di Kherson sejak memulai serangan pada akhir bulan lalu. Pada Kamis lalu (6/10/2022), Wakil Pemimpin Kherson yang ditunjuk Rusia Kirill Stremousov menyalahkan ‘celah’ di medan perang di wilayah Kherson pada komandan yang tidak kompeten.

“Memang, banyak yang mengatakan bahwa Menteri Pertahanan [Sergei Shoigu], yang membiarkan situasi ini terjadi, sebagai seorang perwira, dapat menembak dirinya sendiri. Tapi, Anda tahu, kata petugas adalah kata yang asing bagi banyak orang,” kata Stremousov dalam sebuah video yang diposting di Telegram.

Komentar Stremousov muncul saat Kyiv berhasil maju dalam kampanyenya untuk merebut kembali bagian selatan dan timur Ukraina yang direbut Rusia pada minggu-minggu awal perang.

Para propagandis dan analis militer pro-Rusia telah menyalahkan serangkaian kerugian pada apa yang mereka lihat sebagai kesalahan oleh militer Rusia, tetapi beberapa pejabat Rusia di tanah Ukraina telah secara terbuka mencongkel upaya perang Moskow yang gagal.

Anggota parlemen Rusia dan pejabat regional mulai melontarkan kritik serupa pada militer negara itu, menuduh bahwa pasukan tidak cukup dikerahkan untuk menahan bagian timur dan selatan Ukraina yang direbut pasukan Moskow pada minggu-minggu awal konflik.

Kepala Komite Pertahanan Duma Rusia Kolonel Jenderal Andrei Kartapolov mengatakan, para pejabat perlu berhenti berbohong tentang perkembangan di lapangan.

“Orang-orang tahu. Orang-orang kami tidak bodoh,” kata Kartapolov dalam sebuah wawancara dengan seorang jurnalis Rusia, Kamis (6/10/2022).

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya memuji serangan balik pasukannya dalam pidatonya pada Selasa lalu. Dia menegaskan, pasukannya tidak akan berhenti sampai mereka berhasil mengusir ‘penjajah’ dari tanah mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Ni Luh Anggela
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper