Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perang Rusia vs Ukraina: Biden Ingatkan Putin, Jangan Main-main dengan Nuklir!

Presiden AS Joe Biden mengingatkan Presiden Rusia Vladimiri Putin terkait penggunaan nuklir dalam perang Rusia vs Ukraina.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 07 Oktober 2022  |  10:08 WIB
Perang Rusia vs Ukraina: Biden Ingatkan Putin, Jangan Main-main dengan Nuklir!
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menghadiri sebuah acara tentang memerangi kejahatan "ghost gun" atau senjata api rakitan tanpa nomor seri, di Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat, pada 11 April 2022. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Joe Biden memberikan peringatan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin agar tidak main-main dengan senjata nuklir di tengah memanasnya perang Rusia vs Ukraina.

Presiden Joe Biden mengatakan AS sedang mencoba untuk menemukan "jalan keluar" lantaran ancaman Putin untuk menggunakan senjata nuklir taktis adalah nyata dan dapat menyebabkan "kiamat".

“Kami mencoba mencari tahu apa yang menjadi kelemahan Putin? Di mana dia turun? Di mana dia menemukan jalan keluar? Di mana dia menemukan dirinya dalam posisi yang dia tidak hanya kehilangan muka, tetapi kehilangan kekuatan yang signifikan di Rusia,” ujar Joe Biden dikutip dari Bloomberg, Jumat (7/10/2022).

Dia mengatakan Putin tidak bercanda ketika dia berbicara tentang potensi penggunaan senjata nuklir taktis atau senjata biologi dan kimia.

Menurut Biden, militer Rusia secara signifikan berkinerja buruk dalam perang Rusia vs Ukraina.

“Saya tidak berpikir ada hal seperti kemampuan untuk dengan mudah menggunakan senjata nuklir taktis dan tidak berakhir dengan Armageddon [kiamat],” ucapnya.

Putin telah memperbarui ancaman nuklirnya saat ia mengumumkan pencaplokan wilayah Ukraina, beberapa di antaranya tidak dikendalikan oleh Rusia, dan dengan memanggil 300.000 tentara cadangan untuk memperkuat invasinya yang lesu.

Putin menegaskan hal tersebut beberapa waktu lalu melalui siaran televisi nasional Rusia.

“Ketika integritas teritorial negara kami terancam, kami pasti akan menggunakan semua cara yang kami miliki untuk melindungi Rusia dan rakyat kami. Ini bukan gertakan," kata Putin.

Meski demikian, komentar Biden berbeda dengan komentar dari Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan.

Jake justru mengatakan pekan lalu bahwa AS melihat ancaman Rusia untuk menggunakan senjata nuklir sebagai yang terbaru dalam serangkaian peringatan serupa yang diterapkan Putin sejak invasi dimulai pada Februari 2022.

“Kami saat ini tidak melihat indikasi tentang penggunaan senjata nuklir dalam waktu dekat,” kata Sullivan.

Meski begitu, Sullivan mengatakan AS telah dengan jelas menyampaikan bahwa akan ada konsekuensi berat jika Rusia menggunakan senjata nuklir, dan terus menganggap serius ancaman tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Rusia Ukraina Joe Biden vladimir putin
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top