Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Perang Rusia Vs Ukraina: 9.000 Personel Militer Ukraina Tewas

Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina Jenderal Valeriy Zaluzhnyi menyebut, hampir 9.000 personel militer Ukraina gugur dalam perang dengan Rusia.
Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina Valeriy Zaluzhnyi terlihat sebelum pertemuan dengan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan pejabat lainnya di Kiev, Ukraina, 19 Oktober 2021.?Antara
Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina Valeriy Zaluzhnyi terlihat sebelum pertemuan dengan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan pejabat lainnya di Kiev, Ukraina, 19 Oktober 2021.?Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Hampir 9.000 personel militer Ukraina gugur dalam perang dengan Rusia, kata Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina Jenderal Valeriy Zaluzhnyi.

Pada konferensi yang diadakan untuk menghormati veteran militer dan keluarga mereka yang gugur, Zaluzhnyi mengatakan bahwa anak-anak membutuhkan perlindungan di beberapa bagian negara itu, termasuk di Ibu Kota Kiev.

"Mereka benar-benar tidak mengerti apa yang sedang terjadi dan pasti membutuhkan perlindungan ... karena ayah mereka telah pergi ke garis depan dan mungkin termasuk di antara hampir 9.000 pahlawan yang gugur," kata dia, Senin (23/8/2022).

Zaluzhnyi tidak memerinci dan tidak mengatakan apakah angka yang dia sebutkan termasuk semua personel yang tewas dalam pertempuran, seperti penjaga perbatasan.

Presiden Volodymr Zelenksky mengatakan pada konferensi itu bahwa sekitar 1 juta orang membela Ukraina sebagai bagian dari angkatan bersenjata Ukraina atau layanan lainnya.

Zaluzhnyi tidak mengatakan berapa banyak warga sipil yang tewas atau berapa banyak personel Rusia yang diperkirakan Kiev tewas selama perang tersebut, tetapi Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina menyebut jumlah personel militer Rusia yang tewas mencapai 45.400 jiwa.

Sementara itu, Rusia belum mengatakan berapa banyak tentaranya yang gugur.

Belum dapat diverifikasi kerugian yang diderita oleh kedua belah pihak selama perang Rusia-Ukraina.

Rusia menyebut tindakannya di Ukraina sebagai "operasi militer khusus" untuk melakukan demiliterisasi Ukraina dan melindungi komunitas penutur bahasa Rusia.

Di lain pihak, Ukraina dan negara-negara Barat yang mendukungnya menuduh Moskow melancarkan perang penaklukan bergaya kekaisaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Newswire
Editor : Nancy Junita
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper