Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Update Perang Ukraina Vs Rusia: Rudal Serang Penjara, 40 Tawanan Perang Tewas

Puluhan tawanan perang Ukraina tewas ketika bangunan penjara dihancurkan dalam serangan rudal. Moskow dan Kyiv saling menuduh.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 30 Juli 2022  |  10:35 WIB
Update Perang Ukraina Vs Rusia: Rudal Serang Penjara, 40 Tawanan Perang Tewas
Tim penyelamat berada di lokasi pusat perbelanjaan yang terkena serangan rudal Rusia di Kremenchuk, di wilayah Poltava, Ukraina, Senin (27/6/2022). Reuters - Anna Voitenko
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Puluhan tawanan perang Ukraina tewas ketika bangunan penjara dihancurkan dalam serangan rudal pada Jumat (29/7/2022). Moskow dan Kyiv saling menuduh melakukan serangan itu.

Kematian di penjara, tempat orang-orang itu ditahan, membayangi upaya yang didukung PBB untuk memulai kembali pengiriman gandum dari Ukraina dan meredakan krisis kelaparan global yang membayangi.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan 40 tahanan tewas dan 75 terluka dalam serangan terhadap penjara, di kota garis depan Olenivka, di bagian Provinsi Donetsk yang dikuasai oleh separatis.

Kyiv menuduh Ukraina menargetkannya dengan roket HIMARS buatan Amerika Serikat (AS), kantor berita Rusia melaporkan seperti dikutip dari ChannelNewsAsia.com, Sabtu (30/7/2022).

Angkatan Bersenjata Ukraina membantah melakukan serangan itu, dengan mengatakan artileri Rusia telah menargetkan penjara untuk menyembunyikan penganiayaan terhadap tawanan perang yang ditahan di sana dan menyalahkan Ukraina.

Kejahatan Perang

Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba mengatakan Rusia telah melakukan kejahatan perang dan menyerukan kecaman internasional atas insiden tersebut.

Tayangan Reuters TV menunjukkan sisa-sisa bangunan besar yang terbakar penuh dengan tempat tidur logam, beberapa dengan tubuh hangus masih tergeletak di atasnya, sementara tubuh lainnya dijajarkan di atas tandu militer atau di tanah di luar.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa penjara itu menampung tahanan perang Ukraina dan delapan staf penjara juga terluka.

Pemimpin separatis yang didukung Rusia, Denis Pushilin mengatakan tidak ada orang asing di antara 193 tahanan.

Pemerintah Ukraina menuduh Rusia melakukan kekejaman dan kebrutalan terhadap warga sipil selama invasi dan mengatakan telah mengidentifikasi lebih dari 10.000 kemungkinan kejahatan perang.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina, mengatakan serangan penjara adalah upaya untuk mengalihkan kesalahan.

"Dengan cara ini, penjajah Rusia mengejar tujuan kriminal mereka - menuduh Ukraina melakukan 'kejahatan perang', serta menyembunyikan penyiksaan terhadap tahanan dan eksekusi," katanya.

Rusia Membantah

Rusia telah membantah terlibat dalam kejahatan perang, menuduh Kyiv menodai pasukannya dan mengatakan sedang menyelidiki kejahatan perang Ukraina.

Seorang juru bicara separatis yang didukung Moskow mengatakan kepada wartawan di Olenivka bahwa Ukraina telah menyerang setelah para tawanan perang mulai berbicara tentang kejahatan yang dilakukan oleh militer Ukraina. Namun, pernyataan ini masih perlu diverifikasi.

Serangan di Laut Hitam

Secara terpisah, Ukraina mengatakan sedikitnya lima orang tewas dan tujuh terluka dalam serangan rudal Rusia di tenggara Kota Mykolaiv, sebuah pelabuhan sungai di lepas Laut Hitam, saat Rusia menembak melintasi garis depan di timur dan selatan Ukraina.

Sebuah rudal menghantam di dekat halte transportasi umum, kata gubernur regional Vitaly Kim di Telegram.

Rusia, yang menyangkal menargetkan warga sipil, tidak segera mengomentari situasi tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Rusia Ukraina Ukraina PBB
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top