Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kemlu Singapura Tolak Beri Suaka ke Presiden Sri Lanka Gotabaya

Kementerian Luar Negeri Singapura tegaskan kedatangan Gotabaya Rajapaksa ke negaranya adalah kunjungan pribadi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Juli 2022  |  13:16 WIB
Kemlu Singapura Tolak Beri Suaka ke Presiden Sri Lanka Gotabaya
Bendera nasional Sri Lankan - Bloomberg/Taylor Weidman
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa disebut tak akan diberikan suaka oleh Singapura.

Kementerian Luar Negeri Singapura kemudian menjelaskan kedatangan Gotabaya Rajapaksa merupakan kunjungan pribadi.

"Dia tidak meminta suaka dan dia juga tidak diberikan suaka. Singapura umumnya tidak mengabulkan permintaan suaka," tulis Kemlu Singapura dalam sebuah pernyataan, Kamis (14/7/2022), dikutip dari Tempo.

Seperti diketahui, Gotabaya Rajapaksa tiba di Singapura pada Kamis malam setelah sebelumnya kabur dari Sri Lanka ke Maladewa akibat terdesak demonstrasi massa yang mengepung rumahnya.

Desas-desus negosiasi permintaan suaka Gotabaya mencuat di media karena kegagalannya mendarat di Negeri Singa itu pada Kamis pagi.

Pada Kamis malam, Gotabaya Rajapaksa mengirim surat pengunduran dirinya sebagai presiden Sri Lanka melalui email kepada Ketua Parlemen Mahinda Yapa Abeywardenaon. Parlemen pun tengah memeriksa legalitas dokumen tersebut.

Sebelumnya, Ketua Majelis (Parlemen) Maladewa Mohamed Nasheed mengumumkan bahwa Presiden Sri Lanka Rajapaksa telah mengundurkan diri. Nasheed, yang juga mantan presiden Maladewa membantu merundingkan pelarian Rajapaksa dari Sri Lanka.

“Presiden Sri Lanka GR telah mengundurkan diri. Saya berharap Sri Lanka sekarang dapat bergerak maju. Saya yakin Presiden tidak akan mengundurkan diri jika dia masih di Sri Lanka, dan takut kehilangan nyawanya. Saya memuji tindakan bijaksana Pemerintah Maladewa. Harapan terbaik saya untuk rakyat Sri Lanka," kata Nasheed dalam sebuah cuitan pada Kamis malam.

Unjuk rasa besar-besaran berlangsung di Sri Lanka pada Sabtu, 9 Juli 2022. Massa menuntut pengunduran diri Presiden Gotabaya Rajapaksa dan Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe.

Para pengunjuk rasa menduduki Istana Presiden, kediaman resmi Perdana Menteri, dan menguasai kantor sekretariat presiden yang terletak di Galle Face Green. Tempat-tempat itu jadi pusat konsentrasi massa untuk berunjuk rasa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri lanka Gotabaya Rajapaksa singapura

Sumber : Tempo

Editor : Restu Wahyuning Asih
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top