Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Presiden Sri Lanka Resmi Mundur, Pekan Depan Parlemen Lakukan Pemungutan Suara

Presiden Gotabaya Rajapaksa resmi mengundurkan diri dan pemungutan suara akan segera dilakukan untuk menunjuk presiden dan perdana menteri baru.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 15 Juli 2022  |  12:28 WIB
Presiden Sri Lanka Resmi Mundur, Pekan Depan Parlemen Lakukan Pemungutan Suara
Ketua Parlemen Sri Lanka menegaskan bahwa Presiden Gotabaya Rajapaksa resmi mengundurkan diri, Jumat (15/7/2022 - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Parlemen Sri Lanka menegaskan bahwa Presiden Gotabaya Rajapaksa resmi mengundurkan diri. Pidato pengunduran diri Rajapaksa dibuat dibacakan oleh Mahinda Yapa Abeywardena dan disiarkan melalui saluran televisi, pada Jumat (15/7/2022) pagi.

Dilansir dari TheGuardian, saat ini Rajapaksa berada di Singapura, tempatnya melarikan diri pada Rabu lalu, melalui Maladewa. Dia kabur usai demonstrasi besar-besaran terjadi di Sri Lanka hingga istana negara diserbu massa akibat krisis ekonomi, pangan, dan energi yang parah.

Surat pengunduran diri Rajapaksa dikirim pada Kamis malam melalui email dan kemudian yang asli dikirim dengan penerbangan diplomatik. Namun, pengumuman resmi ditunda hingga hari ini karena parlemen harus memverifikasi surat tersebut.

Abeywardena menegaskan bahwa berdasarkan konstitusi, Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe akan dilantik sebagai presiden sementara pada hari ini dan akan memegang peran sampai pemungutan suara baru diadakan oleh anggota parlemen pada pekan depan.

Proses pemungutan suara atau pemilu dan pengukuhan presiden baru, sambungnya, kemungkinan akan memakan waktu 7 hari.

Abeywardena meminta agar semua pemimpin partai politik 'meluaskan dukungan mereka' untuk kelancaran pemilihan presiden baru, dan untuk menegakkan 'demokrasi selama masa transisi'.

Parlemen Sri Lanka dikabarkan akan berkumpul kembali pada Sabtu (16/7/2022), untuk memulai proses pembentukan pemerintahan sementara yang berisi gabungan dari banyak partai politik.

Pihak partai-partai oposisi menyampaikan bahwa mereka bertemu pada pagi ini untuk mengajukan nama perdana menteri baru, pemimpin partai oposisi terbesar Sajith Premadasa kemungkinan menjadi sosok yang diajukan sebagai perdana menteri yang baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri lanka Gotabaya Rajapaksa pemilu demonstrasi
Editor : Aprianus Doni Tolok
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top