Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Nasib Waskita Beton (WSBP): Dihantui Status PKPU, Kini Diincar Kejaksaan

Proses penyidikan perkara di Kejaksaan Agung menunjukkan bahwa Waskita Beton (WSBP) belum bisa move on dari kasus hukum.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 07 Juni 2022  |  11:36 WIB
Nasib Waskita Beton (WSBP): Dihantui Status PKPU, Kini Diincar Kejaksaan
Korporasi beton PT Waskita Beton Precast Tbk. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Waskita Beton Precast Tbk terus dihantam secara bertubi-tubi dengan perkara hukum, baik perkara perdata maupun pidana.

Setelah kasus korupsi di KPK, kemudian resmi menyandang status Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), kini emiten berkode WSBP tengah diguncang dengan perkara hukum lainnya.

Pekan lalu, secara mengejutkan, penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menaikkan perkara dugaan tindak pidana korupsi PT Waskita Beton Precast dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Perubahan status dari penyelidikan ke penyidikan itu mengindikasikan bahwa penyidik telah menemukan adanya unsur pidana di sejumlah proyek milik WSBP.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana menyampaikan bahwa tim penyidik Kejagung telah mendapatkan alat bukti yang cukup dan fakta hukum untuk menaikan perkara korupsi itu ke tahap penyidikan.

Menurut Ketut, dugaan sementara nilai kerugian negara yang muncul akibat dugaan tindak pidana korupsi PT Waskita Beton Precast Tbk periode 2016-2021 itu mencapai Rp1,2 triliun.

"Sudah dinaikan ke tahap penyidikan dengan nilai dugaan kerugian negara sementara Rp1,2 triliun," tuturnya di Kejagung, Jakarta, Selasa (31/5/2022).

Terkait perkara korupsi tersebut, Ketut menyebut bahwa penyidik juga telah menggeledah tiga lokasi yaitu di Kantor Pusat Waskita Beton Precast Tbk pada 18 Mei 2022, Plant Karawang dan Plant Bojonegoro Serang pada Kamis 19 Mei 2022.

Belum Ada Tersangka

Meskipun sudah memasuki tahap penyidikan, Kejagung belum menetapkan tersangka atas dugaan korupsi PT Waskita Beton Precast.

Ketut Sumedana mengemukakan bahwa pihaknya belum menetapkan satu tersangka dalam kasus ini meskipun Kejagung sudah mendapatkan alat bukti yang cukup dan menetapkan saksi sehingga menaikan perkara ini ke tahap penyidikan.

“Penyidik telah melakukan penyitaan berupa dokumen-dokumen dan telah juga dilakuan pemeriksaan terhadap 17 orang sebagai saksi,” ujarnya.

Ketut juga menjelaskan ihwal penyimpangan dana di beberapa kegiatan Waskita Beton Precast. 

Perpanjangan PKPU 

Adapun saat ini PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) telah berstatus Penundaan  Pembayaran Utang (PKPU) Sementara.

Status PKPU WSBP ditetapkan dalam sidang PKPU yang digelar pada 25 Januari 2022 lalu. Seiring berjalannya waktu, perseoran saat ini telah berstatus PKPU tetap.

Dalam keterangan resminya yang dikutip, Selasa (7/6/2022), WSBP memaparkan bahwa pada tanggal 24 Mei 2022, Hakim Pengawas telah mengabulkan permohonan perpanjangan waktu PKPU selama 30 hari.

Dengan demikian, status PKPU WSBP akan diperpanjang dari tanggal 24 Mei 2022 sampai dengan tanggal 22 Juni 2022 mendatang. Perpanjangan status PKPU itu membuktikan alotnya proses penyelesaian utang Waskita Beton.

"Perseroan berkomitmen dalam mengimplementasikan tata kelola perusahaan yang baik serta akan mengikuti segala proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK pkpu waskita beton precast WSBP
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top