Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lima Fakta Masjid Al Aqsa, Tempat Suci Umat Muslim di Wilayah Konflik

Masjid Al Aqsa kembali menjadi tempat berkonflik antara Israel dan Palestina usai pawai bendera Israel masuk hingga permukiman Palestina.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 29 Mei 2022  |  19:00 WIB
Warga Palestina berjalan di lapangan tempat Mesjid Al-Aqsa berdiri, yang dikenal oleh Muslim sebagai
Warga Palestina berjalan di lapangan tempat Mesjid Al-Aqsa berdiri, yang dikenal oleh Muslim sebagai "Noble Sanctuary" dan untuk Yahudi sebagai "Temple Mount" di Kota Tua Yerusalem, Jumat (21/5/2021)./Antara - Reuters/Ammar Awad\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Masjid Al Aqsa menjadi salah satu tempat sakral dan bersejarah bagi umat Muslim. Namun, belakangan masjid yang berlokasi di Kota Lama Yerusalem ini terus menjadi tempat berkonflik antara Israel dan Palestina.

Terkini, ribuan warga dari kelompok ultranasionalis Yahudi Israel pada hari ini, Minggu (29/5/2022) menggelar pawai bendera di Yerusalem, memperingati perebutan Kota Tua dalam perang Timur Tengah pada 1967.

Pawai tersebut memasuki pusat permukiman Muslim di Kota Tua yang memicu bentrokan antara warga Palestina dan Israel. Pasalnya, warga Palestina menilai pawai tersebut merupakan provokasi terang-terangan serta pelanggaran terhadap wilayah yang masih mereka kuasai.

Melansir dari AlJazeera, berikut ini adalah lima fakta dari Masjid Al-Aqsa:

1. Masjid Penting bagi Warga Palestina

Al-Aqsa adalah nama masjid berkubah perak di dalam kompleks seluas 35 hektare yang disebut sebagai al-Haram al-Sharif, atau Tempat Suci oleh umat Islam, dan sebagai Bukit Bait Suci oleh orang Yahudi.

Situs tersebut telah menjadi bagian wilayah yang paling diperebutkan sejak Israel menduduki Yerusalem Timur, termasuk Kota Tua, bersama dengan Tepi Barat dan Jalur Gaza pada 1967. 

Pada 1947, PBB menyusun rencana partisi untuk memisahkan Palestina, yang saat itu berada di bawah kendali Inggris, menjadi dua negara. Negara Yahudi diberi 55 persen tanah, dan 45 persen sisanya untuk negara Palestina.

Perang Arab-Israel pertama pecah pada 1948 setelah Israel mendeklarasikan kemerdekaan, merebut sekitar 78 persen tanah dengan sisa wilayah Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Gaza yang berada di bawah kendali Mesir serta Yordania.

Invasi Israel meningkat pada 1967, setelah perang Arab-Israel kedua, yang berujung pendudukan Israel atas Yerusalem Timur, dan akhirnya pencaplokan ilegal Israel atas Yerusalem, termasuk Kota Tua dan al-Aqsa.

Kontrol ilegal Israel atas Yerusalem Timur, termasuk Kota Tua, melanggar beberapa prinsip hukum internasional, yang menguraikan bahwa kekuatan pendudukan tidak memiliki kedaulatan di wilayah yang didudukinya.

Saat ini, tidak ada negara di dunia yang mengakui kepemilikan Israel atas Yerusalem atau upayanya untuk mengubah susunan geografi dan demografi kota tersebut.

2.Tempat Suci bagi Umat Islam

Bagi umat Islam, Masjid Al Aqsa merupakan salah satu tempat suci selain Ka'bah di Masjidil Haram, Mekah.

Dalam peristiwa Isra' Mi’raj, sebagaimana disebutkan berbagai kitab tarikh dan kitab hadits, Nabi Muhammad SAW dan umatnya diperintahkan untuk melaksanakan shalat lima waktu sehari-semalam.

Muhammad Yahya, menjelaskan tentang perjalanan Nabi Muhammad ketika Isra’. Dikisahkan di dalam Al Quran perjalanan Nabi Muhammad dimulai dari Mekkah, Masjidil Haram, ke Yerussalem, Masjdil Aqsa dengan jarak 1.400 kilometer dengan menggunakan buraq.

Sementara itu, orang Yahudi percaya bahwa Tembok Barat kompleks masjid itu, yang dikenal sebagai Tembok Ratapan, diyakini sebagai sisa terakhir dari kuil suci mereka, sedangkan bagi umat Muslim, tembok itu disebut Tembok al-Buraq dan dipercaya sebagai tempat Nabi Muhammad mengikat al-Buraq.

3. Berada dalam Status Quo

Sejak 1967, Yordania dan Israel sepakat bahwa Masjid Al Aqsa merupakan wakaf dimana umat muslim memiliki kendali atas hal-hal di dalam kompleks, sedangkan Israel akan mengendalikan keamanan eksternal. Umat Non-Muslim diizinkan masuk ke situs selama jam berkunjung, tetapi tidak akan diizinkan untuk berdoa di sana.

Namun, saat ini, pasukan Israel secara rutin mengizinkan kelompok pemukim Yahudi yang tinggal di wilayahnya untuk turun ke kompleks al-Aqsa di bawah perlindungan polisi dan tentara. Hal itu menimbulkan ketakutan Palestina akan pengambilalihan kompleks masjid suci itu oleh Israel.

4. Menjadi Tempat Konflik

Ketegangan telah membara di dekat Al-Aqsa selama bertahun-tahun. Pada 5 Mei 2021, pasukan Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsha dan melukai banyak warga Palestina sambil menangkap puluhan orang. Insiden itu kemudian ditanggapi oleh Hamas dan diikuti oleh perang Israel selama 11 hari di Gaza.

Sebagian besar bentrokan di kompleks itu terjadi karena pemukim Israel mencoba berdoa di dalam kompleks, yang secara langsung melanggar status quo.

Ketegangan meningkat saat Israel menutup kompleks Masjid al-Aqsa untuk pertama kalinya sejak 1969, setelah baku tembak mematikan antara warga Palestina-Israel dan pasukan Israel.

5. Peranan di Konflik Israel-Palestina 

Kawasan Masjid Al-Aqsa adalah wilayah kecil di Palestina, tetapi secara simbolis itu adalah bagian besar dari konflik antara Israel dan Palestina.

Meskipun masjid itu sendiri penting khususnya bagi umat Islam, tetapi orang Kristen Palestina juga memprotes perambahan Israel di kompleks tersebut, yang kemudian bergabung dengan umat Islam dalam doa di luar Gerbang Singa pada hari Jumat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palestina israel agresi israel AL-AQSA
Editor : Aprianus Doni Tolok

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top