Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-61: Rusia Ingin Referendum di Kherson, Zelensky Bertemu AS

Berikut rangkuman perang Rusia vs Ukraina hari ke-61 yang dilansir dari The Guardian pada Senin (25/4/2022). Rusia ingin lakukan referendum di Kherson.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 25 April 2022  |  13:42 WIB
Anggota pasukan pro-Rusia melakukan penggeledahan di sebuah rumah selama konflik Ukraina-Rusia di kota pelabuhan selatan Mariupol, Ukraina, Kamis (7/4/2022). REUTERS - Alexander Ermochenko
Anggota pasukan pro-Rusia melakukan penggeledahan di sebuah rumah selama konflik Ukraina-Rusia di kota pelabuhan selatan Mariupol, Ukraina, Kamis (7/4/2022). REUTERS - Alexander Ermochenko

Bisnis.com, JAKARTA - Perang Rusia vs Ukraina sudah memasuki hari ke-61 sejak awal invasi pada akhir Maret 2022. Rusia saat ini sedang merencanakan referendum secara bertahap di kota Kherson, Ukraina. 

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy telah mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin untuk meminta lebih banyak bantuan militer AS.

Berikut rangkuman konflik Rusia vs Ukraina hari ke-61 yang dilansir dari The Guardian pada Senin (25/4/2022).

Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-61

Rusia Rencanakan Referendum

Pemerintah Rusia berencana menggelar jajak pendapat atau referendum di kota Kherson. Menurut Kementrian Pertahanan Inggris, kota Kherson merupakan tujuan kunci Rusia untuk membangun jembatan darat Krimea dan juga untuk mendominasi Ukraina Selatan.

Pertemuan Sekjen PBB dan Putin Dikritik Ukraina

Pertemuan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dengan Vladimir Putin dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, dikritik penasihat diplomatik utama Zelensky, Igor Zhoykya. Dia mengatakan bahwa Guterres tidak benar-benar memiliki wewenang untuk berbicara atas nama Ukraina.

Zelensky Ucapkan Selamat kepada Macron

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah membuat tweet ucapan selamatnya kepada Emmanuel Macron karena telah memenangkan pemilihan presiden Prancis dan menyebut Macron adalah “teman sejati Ukraina".

Senjata Perang Dunia Pertama Digunakan di Bucha

Puluhan warga sipil yang tewas selama pendudukan Rusia di kota Bucha, Ukraina. Dikabarkan hal itu karena terbunuh oleh panah logam kecil dari jenis peluru yang ditembakkan oleh artileri Rusia yang bernama “Fléchettes” kata dokter forensik. Fléchettes ini merupakan senjata anti-personil yang banyak digunakan selama perang dunia pertama.

Jutaan Orang Telah Meninggalkan Ukraina

Data UNHCR terbaru mengungkapkan hampir 5,2 juta warga Ukraina telah meninggalkan negaranya. Lebih dari 1.151.000 orang Ukraina telah pergi selama April sejauh ini, lebih sedikit jika dibandingkan dengan pengungsi di bulan Maret dengan 3,4 juta orang.
Di luar itu, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) PBB memperkirakan lebih dari 7,7 juta orang telah mengungsi dari Ukraina.

Pesan Kemenangan Zelensky Saat Minggu Paskah

Dalam pesan Minggu Paskah, Zelensky mengatakan festival keagamaan akan memberi kita harapan besar dan iman yang tak tergoyahkan seperti terang yang akan mengalahkan kegelapan, kebaikan akan mengalahkan kejahatan, kehidupan akan mengalahkan kematian, dan oleh karena itu Ukraina pasti akan menang.

Paus Fransiskus Kembali Menyerukan Perdamaian

Paus Fransiskus menggunakan akhir pekan Paskah Ortodoks untuk sekali lagi menyerukan gencatan senjata di Ukraina untuk meringankan penderitaan orang-orang yang kelelahan.

Simpang Siur Tindakan Rusia di Mariupol

Ukraina mengatakan ratusan pasukannya dan warga sipil terperangkap di dalam pabrik baja Azovstal di kota Mariupol. Meskipun Rusia sebelumnya telah menyatakan kemenangan di Mariupol dan mengatakan pasukannya tidak perlu mengambil alih pabrik baja Azovstal. Namun, pihak berwenang Ukraina mengatakan pasukan Rusia telah melanjutkan serangan udara dan mencoba menyerbu pabrik tersebut.

Bantuan Turki untuk Ukraina

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Zelenskiy membahas Mariupol melalui panggilan telepon. Dalam percakapan tersebut Turki siap memberikan semua bantuan yang mungkin selama negosiasi antara Ukraina dan Rusia.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

referendum Perang Rusia Ukraina Volodymyr Zelensky
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top