Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Rusia Tengah Rencanakan Referendum di Kherson

Rusia sedang merencanakan referendum di kota selatan Kherson, Ukraina, guna membenarkan pendudukannya.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 25 April 2022  |  07:19 WIB
Rusia Tengah Rencanakan Referendum di Kherson
Pasukan Rusia mengarahkan senapan ke lawan - Emerging Europe
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Rusia sedang merencanakan referendum secara bertahap di kota selatan Kherson, Ukraina, dengan tujuan untuk membenarkan pendudukannya menurut laporan terbaru Kementerian Pertahanan Inggris.

Kota Kherson merupakan kunci tujuan Rusia untuk membangun jembatan darat ke semenanjung Krimea. Semenanjung itu dianeksasi oleh Rusia pada 2014 dan menjadi wilayah strategis yang mendominasi Ukraina selatan.

"Penjajah [Rusia] menyiapkan referendum pembentukan Republik Rakyat Kherson," ujar Wakil Dewan Kota Kherson, Serhiy Khlan pada Maret lalu, dikutip dari BBC, Senin (25/4/2022).

Menurutnya, Rusia sudah mulai mengajak pejabat-pejabat di Kherson untuk bekerja sama guna memuluskan rencana tersebut.

Adapun, Kherson adalah satu-satunya kota besar yang berhasil direbut Rusia sejak invasi pada akhir Februari lalu.  Namun, beberapa daerah sekitarnya telah direbut kembali oleh pasukan Ukraina dan pertempuran di wilayah itu terus berlanjut.

Konfirmasi dari Kementerian Pertahanan Inggris itu membenarkan tudingan sebelumnya dari Ukraina yang menyebut Rusia tengah merencanakan referendum kemerdekaan di Kherson.

"Saya tegas menolak bekerja sama dengan mereka. Pembentukan Republik Rakyat Kherson akan mengubah kawasan kami menjadi wilayah yang tak punya harapan dan masa depan," kata Khlan.

Dia pun menyerukan agar pejabat-pejabat lainnya juga tak termakan bujuk rayu Rusia.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak Rusia mengenai rencana referendum ini. Jika benar, ini sudah ketiga kalinya Rusia dikaitkan dengan referendum kemerdekaan di wilayah Ukraina.

Pada 16 Maret 2014, Krimea juga menggelar referendum kemerdekaan dengan hasil 90 persen suara yang terkumpul menyatakan ingin bergabung dengan Rusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia Ukraina referendum Perang Rusia Ukraina

Sumber : BBC

Editor : Aprianus Doni Tolok
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top