Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rudal Rusia Hancurkan Gudang Senjata Kiriman AS di Ukraina

Rudal udara jarak jauh presisi tinggi dari Angkatan Udara Rusia melumpuhkan terminal logistik di lapangan terbang militer dekat Odessa.
Asap mengepul setelah serangan rudal Rusia di Ukraina berlanjut, di Lviv, Ukraina, Senin (18/4/2022)./Antara
Asap mengepul setelah serangan rudal Rusia di Ukraina berlanjut, di Lviv, Ukraina, Senin (18/4/2022)./Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Angkatan Bersenjata Federasi Rusia terus melanjutkan operasi militer khusus di Ukraina.

Sore kemarin, rudal udara jarak jauh presisi tinggi dari Angkatan Udara Rusia melumpuhkan terminal logistik di lapangan terbang militer dekat Odessa.

“Lokasi ini adalah tempat sejumlah besar senjata asing yang diterima dari Amerika Serikat dan negara-negara Eropa disimpan,” ujar Juru Bicara Kemeterian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov, Senin (25/4/2022).

Igor menuturkan rudal udara presisi tinggi Rusia lainnya juga berhasil menghantam 22 fasilitas militer di Ukraina. 

Fasilitas militer Ukraina yang dihancurkan mencakup 2 pos komando dan pengamatan batalion dan satu pos komando brigade, 11 titik kuat, serta tempat konsentrasi tenaga kerja dan peralatan militer Ukraina.  

Kerugian di pihak Ukraina mencapai 200 personel dan lebih dari 30 kendaraan lapis baja dan kendaraan. Sementara di distrik Idyichevka dan Kramatorsk, 3 gudang senjata, peralatan militer, dan amunisi dihancurkan.  

Di dekat pemukiman Novaya Dmitrovka, sistem rudal anti-pesawat Buk M1 dan tiga stasiun radar hancur akibat serangan itu,” tuturnya. 

Tak hanya itu, penerbangan operasional-taktis dan tentara Angkatan Udara Rusia menghantam 79 fasilitas militer Ukraina.  

Sistem pertahanan udara Rusia di daerah pemukiman Izyum dan Kherson juga menghancurkan tiga kendaraan udara tak berawak Ukraina, termasuk satu "Bayraktar TB-2" di atas pemukiman Lozovaya, wilayah Kharkiv. 

Pasukan roket dan artileri menyelesaikan 102 misi tembakan di siang hari menghancurkan 6 pos komando, 84 benteng dan area akumulasi tenaga dan peralatan militer, serta 10 baterai artileri,” jelasnya. 

Secara total, sejak awal operasi militer khusus,141 pesawat, 110 helikopter, 541 kendaraan udara tak berawak, 264 sistem rudal anti-pesawat, 2.479 tank dan kendaraan tempur lapis baja, 278 instalasi roket peluncuran ganda sistem, 1.081 senjata artileri lapangan dan mortir, serta 2.321 unit kendaraan militer khusus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Edi Suwiknyo
Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper