Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kanada 'Kekeuh' Menolak Duduk Bareng Rusia di G20

Kanada tetap menyampaikan kepada Jokowi bahwa Perdana Menteri Justin Trudeau menolak duduk bersama dengan Presiden Vladimir Putin jika dia diundang dalam KTT G20.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 12 April 2022  |  08:26 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi berpidato dalam acara Pengukuhan Majelis dan Peresmian Pembukaan Rakernas ICMI, Sabtu (29/1/2022). - Youtiube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo atau Jokowi berpidato dalam acara Pengukuhan Majelis dan Peresmian Pembukaan Rakernas ICMI, Sabtu (29/1/2022). - Youtiube Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA - Kanada mengungkapkan dukungannya kepada Indonesia yang menjadi tuan rumah G20 pada tahun ini di tengah guncangan geopolitik akibat invasi Rusia ke Ukraina.

Dukungan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Kanada Mélanie Joly dalam kunjungannya ke Jakarta pada Senin (12/4/2022).

"Kanada menghargai hubungannya dengan Indonesia dan kami ingin memastikan bahwa Indonesia bisa melaluinya meskipun tahun ini adalah tahun yang sulit secara geopolitik," kata Joly dalam diskusi Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) bersama Dino Patti Djalal.

Dia kembali menegaskan posisi Kanada dalam G20 terkait dengan ketegangan dengan Rusia bahwa Perdana Menteri Justin Trudeau menolak duduk bersama dengan Presiden Vladimir Putin jika dia diundang dalam KTT G20.

Begitu pula dengan Menteri Joly yang juga enggan menemui Menlu Rusia Sergei Viktorovich Lavrov dalam konteks G20.

"Jadi ini adalah sudut pandang kami dan saya berharap dapat berbicara dengan rekan-rekan G7 saya, dan juga melibatkan G20," ungkapnya.

Dalam kunjungannya ke Jakarta, Joly juga membagikan visi Kanada terhadap kawasan Indo Pasifik yang bebas, terbuka, dan inklusif.

Dia meyakini, kerja sama yang erat antara RI - Kanada akan meningkatkan PDB Indonesia hingga lebih dari US$1 miliar dan mengerek perdagangan bilateral hingga US$1,2 miliar.

Joly menyoroti bahwa krisis yang ada di Ukraina dan invasi Rusia telah membahayakan stabilitas dunia. Jika tidak dihentikan, kesejahteraan dan keamanan di kawasan Indo Pasifik akan terancam.

"Beberapa negara anggota Asean telah bertindak sangat jauh dan mengutuk [invasi Rusia]. Saya pikir kita perlu memberikan tekanan besar untuk mengisolasi rezim Rusia karena ini adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri perang," tandas Joly.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Rusia kanada
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top