Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terungkap! Ada BUMN Diduga Terlibat Kasus Mafia Impor Emas

Penyidik menemukan perbuatan melawan hukum yang diduga dilakukan perusahaan BUMN dalam importasi emas.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 24 Maret 2022  |  13:22 WIB
Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung Supardi - JIBI/Bisnis - Sholahuddin Al Ayyubi
Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung Supardi - JIBI/Bisnis - Sholahuddin Al Ayyubi

Bisnis.com, JAKARTA--Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah menyelidiki sejumlah perusahaan tambang emas ilegal yang diduga melakukan dugaan tindak pidana korupsi impor emas di Indonesia.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Supardi mengatakan perkara dugaan tindak pidana korupsi impor emas yang sempat diungkap oleh DPR senilai Rp47 triliun, mulai dikembangkan oleh tim penyidik Kejagung.

Menurut Supardi, tim penyidik menemukan adanya perbuatan melawan hukum yang diduga dilakukan perusahaan BUMN terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi impor emas.

"Jadi ada kontrak kerja yang dilakukan perusahaan BUMN dengan perusahaan tambang ilegal ya, lalu ada beberapa item yang kami temukan adanya unsur perbuatan melawan hukum," tuturnya kepada Bisnis di Jakarta, Kamis (24/3).

Supardi tidak menjelaskan lebih rinci perusahaan BUMN yang bergerak di bidang emas tersebut. Dia mengatakan bahwa perusahaan BUMN itu sudah lama bekerja sama dengan perusahaan tambang emas ilegal di dalam negeri untuk memproduksi emas.

"BUMN itu kan memberikan jasa pencucian emas, itu ada nilai-nilai pembayaran yang seharusnya sekian, menjadi sekian. Nah itu kami selidiki," kata Supardi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas Kejaksaan Agung
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top