Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Profil Yoon Seok-yeol: Jaksa AntiKorupsi Kini Presiden Korsel

Berikut profil lengkap Yoon Seok-yeol. Mantan Jaksa Agung yang antikorupsi kini terpilih jadi Presiden Korea Selatan (Korsel).
Nabila Dina Ayufajari
Nabila Dina Ayufajari - Bisnis.com 10 Maret 2022  |  12:30 WIB
Presiden Korea Selatan terpilih Yoon Suk-yeol - Yonhap
Presiden Korea Selatan terpilih Yoon Suk-yeol - Yonhap

Bisnis.com, JAKARTA - Yoon Suk-yeol, Mantan Jaksa Agung dari kelompok konservatif, telah terpilih sebagai Presiden Korea Selatan pada  pemilihan umum yang berlangsung Rabu (9/3/2022).

Dia mengalahkan saingan utamanya yang liberal dalam salah satu pemilihan presiden yang paling ketat di negara tersebut. Lebih dari 98 persen suara dihitung, Yoon Suk-yeol memiliki 48,6 persen suara melawan saingannya Lee Jae-myung 47,8 persen.

Dengan kemenangan tersebut, masa jabatan lima tahun Yoon Suk-yeol akan dimulai bulan ini untuk menggantikan Presiden Moon Jae-in sebagai orang nomor 1 di Korea Selatan

Lantas, siapa sebenarnya Yoon Suk-yeol? Berikut profil Presiden Korea Selatan yang baru seperti yang dilansir dari The Korea Herald pada Kamis (10/3/2022).

Jaksa Agresif

Dikenal sebagai pahlawan anti-korupsi, Yoon Suk-yeol merupakan seorang jaksa yang agresif dan keras kepala. Sebelumnya, dia pernah membantu untuk menghukum mantan Presiden Korsel Park Geun-hye dan taipan bisnis atas tuduhan korupsi.

Reputasinya yang terkenal pantang menyerah membuat Presiden Moon Jae-in memilihnya sendiri sebagai kepala jaksa. Namun, sifat Suk-yeol yang keras kepala akhirnya membuat berselisih dengan pemerintahan Moon Jae-in.

Ketika kejaksaan mengalihkan pandangannya ke para kabinet Presiden Moon Jae-in, hubungan jadi memburuk dan akhirnya membuat Yoon Suk-yeol mengundurkan diri serta memasuki politik.

Kehidupan Awal dan Pendidikan

Suk-yeol lahir di Yeonhui-dong, Seoul pada 1960. Kedua orang tuanya berprofesi sebagai tenaga pendidik. Ayahnya merupakan profesor kehormatan Universitas Yonsei Yoon Ki-joong dan ibunya adalah profesor Universitas Wanita Ewha Choi Jeong-ja.

Awalnya, Yoon Suk-yeol ingin belajar ekonomi dan tidak bercita-cita menjadi hakim atau jaksa. Namun, ayahnya menasihati untuk belajar hukum dengan mengatakan bahwa dia nantinya bisa belajar hukum ekonomi. Akhirnya pada 1979, Yoon Suk-yeol masuk Universitas Nasional Seoul sebagai jurusan hukum.

Sepuluh hari sebelum Pemberontakan Demokratik Gwangju 18 Mei terjadi, Yoon Suk-yeol mengikuti simulasi sidang yang diadakan di kampus sebagai hakim. Dia menghukum mati Chun Doo-hwan yang saat itu menjabat sebagai komandan keamanan militer dan Perdana Menteri Shin Hyun-hwak dengan hukuman penjara seumur hidup.

Saat cerita tersebut menyebar di kampus, dia berlindung di rumah salah satu kerabat ibunya di Gangneung, Provinsi Gangwon, selama tiga bulan.

Yoon Suk-yeol ingin menjadi profesor hukum ekonomi dan berpikir perlu untuk lulus ujian pengacara guna membenarkan tempatnya di podium kelas.

Namun, dia melemparkan dirinya ke dalam lingkungan sosial yang buruk. Yoon muda gagal ujian delapan kali. Pada upaya kesembilan, akhirnya dia lulus ujian pada 1991.

Halaman:
  1. 1
  2. 2
  3. 3

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korea korea selatan pemilihan presiden
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top