Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Angelina Sondakh Bebas dari Penjara, Ayahanda Lucky Ungkap 3 Kekecewaan dan Sempat Dicemooh

Ayahanda Angelina Sondakh, Lucky mengungkap tiga kekecewaannya atas tindakan putrinya yang terjerat kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 03 Maret 2022  |  10:36 WIB
Loading the player ...
3 HAL YANG MEMBUAT AYAHANDA ANGELINA SONDAKH KECEWA NAMUN TETAP MENYAYANGI ANGIE...
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan puteri Indonesia sekaligus mantan politisi Demokrat Angelina Sondakh bebas dari penjara setelah menjalani masa hukuman penjara selama 10 tahun dalam kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang.

Sang ayahanda, Lucky Sondakh, mengungkapkan kekecewaannya kepada Angelina meskipun sebagai orangtua tetap menyayanginya.

Lucky menyampaikan tiga kekecewaannya terhadap Angelina karena terlibat kasus korupsi.

"Ada tiga kekecewaan. Pertama kekecewaan karena nasihat-nasihat politik saya kepada dia. Dia tidak gubris. Nasihat saya ke dia itu, 'Angie be careful. Masuk politik itu bukan hanya seperti domba di tengah serigala, tapi domba di tengah-tengah serigala berbulu domba," katanya dikutip dari YouTube Keema Entertainment, Selasa (1/3/2022).

"Kemudian akhirnya dia menghadapi petaka karena kasus Hambalang Wisma Atlet. 'Benar kan Papa bilang? Benar apa salah?' (Angie bilang) 'Iya Pa.' Sebetulnya saya kecewa dengan kamu. Tapi saya nggak bisa untuk memarahi kamu. Kamu tetap adalah anak yang kami kasihi," tuturnya.

Ketika Angelina Sondakh terjerat kasus korupsi Hambalang, Lucky mengaku mendapat banyak cemoohan yakni disebut gagal mendidik anak sendiri.

Kekecewaan kedua Lucky adalah ketika Angelina Sondakh memilih jadi mualaf.

Lucky Sondakh menilai kekecewaan tersebut wajar dirasakan orangtua karena setiap orang tua tentu menginginkan anak-anaknya bertahan pada keyakinan yang dianutnya sampai akhir hayat.

"Kekecewaan kedua karena dia jadi mualaf. Maaf ya. Tentu orangtua menginginkan anaknya. Jangan disalahkan saya ya, bukan saya benci ya, tapi pahamilah. Saya dongkol dong. Dongkol karena kamu ini stabil, orang-orang minta nasihat ke saya, konsultasi ke saya untuk langkah-langkah politiknya, saya memberikan advice-advice moral dalam bidang politik. Kok kamu lebih dengar orang lain yang saya bilang serigala berbulu domba. Papa kecewa," ungkapnya.

"Waktu dia jadi mualaf saya dicemooh oleh saudara-saudara saya karena Papa saya pendeta dan saya memimpin gereja 16 tahun dan menjadi tokoh petinggi. Jadi wajar dong kalau mereka marah ke saya," lanjutnya.

Atas kejadian tersebut, Lucky kembali banyak dicemooh oleh saudara-saudaranya dan memintanya untuk mengucilkan Angelina, tetapi hal itu tak dilakukannya.

Pasalnya, Lucky pernah memimpin gereja selama belasan tahun dan juga anak dari seorang pendeta.

Kekecewaan ketiga adalah saat Angelina mendapat putusan kurang adil dari pengadilan.

Meskipun demikian, Lucky menilai, putusan pengadilan adalah mutlak dan tidak bisa dielakkan oleh Angelina sehingga harus diterima.

"Saya kira Angie, ya dia bukan dewa. Terima saja itu sebagai politik. Publik tiga kekecewaan ini membuat saya berpikir apakah saya harus kucilkan Angie atau gimana?" kata Lucky Sondakh.

Lebih lanjut, atas tiga kekecewaan tersebut, Lucky berpikir dan merenung hingga akhirnya memutuskan untuk memaafkan Angelina dan tidak pernah berhenti mencintainya.

"Tidak ada yang bisa memisahkan kita, kasih terhadap anak. Apapun yang terjadi dengan dia, dia adalah anak saya yang saya kasihi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

angelina sondakh kasus hambalang
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top