Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kisah Pilu dari Wadas: Suami Saya Ditangkap, Kami Trauma

Warga merasakan pengalaman traumatis akibat aksi brutal aparat yang berujung ke penangkapan tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 Februari 2022  |  07:14 WIB
Aparat kepolisian tangkap warga Desa Wadas - IG @wadas_melawan
Aparat kepolisian tangkap warga Desa Wadas - IG @wadas_melawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Aksi brutal aparat yang berujung penangkapan puluhan warga penolak tambang Wadas mendatangkan trauma. Sebagian warga masih mengunci diri di rumah dan belum beraktivitas karena takut dengan teror aparat beserta orang-orang berpakaian preman.

"Kami takut Pak, suami saya ditangkap tanpa tahu masalahnya. Sekarang di rumah dan kalau lihat polisi atau pria asing berbaju hitam jadi ketakutan. Setiap hari mengurung diri di rumah, pintu selalu dikunci. Anak-anak juga trauma pak," kata Waliyah, salah satu warga dilansir dari Antara, Senin (14/2/2022).

Warga lain, Ana menceritakan jika dirinya dan suaminya ditangkap oleh pihak kepolisian saat konflik terjadi. Suaminya ditangkap saat sedang berada di perjalanan menuju Purworejo, sedangkan dirinya ditangkap saat berada di desa.

"Kasihan anak saya pak, masih kecil. Bagaimana rasanya ditinggal kedua orang tuanya yang ditangkap polisi, Pak. Kami warga masih trauma," ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menemui kelompok warga yang kontra penambangan kuari meminta maaf atas insiden antara aparat dan warga pada pekan lalu.

"Saya minta maaf pada bapak ibu atas peristiwa yang terjadi, makanya saya datang ke sini secara langsung," kata Ganjar.

Usai mendengarkan keluhan warga, Ganjar mengaku akan menindaklanjutinya dan sejumlah pihak yang berkepentingan akan diajak berdialog mengenai hal ini.

Menurutnya, ada tiga hal yang akan dikerjakan setelah pertemuan tersebut. Pertama pihaknya akan melakukan evaluasi teknis. Kedua, metode pendekatan. Ketiga, terkait apa yang selama ini menjadi polemik, apakah yang pro atau kontra.

“Nah yang ketiga ini sepertinya kurang, makanya saya datang ke sini dan ingin mendengarkan secara langsung," kata Ganjar.

Disinggung terkait dengan tuntutan warga untuk mencabut izin lokasi penambangan kuari di Desa Wadas, Ganjar menyatakan hal itu yang akan dibicarakan secara teknis.

"Belum, itu masalah teknis yang harus kita bicarakan. Tidak sekedar bicara cabut atau tidak cabut, tapi itu teknis. Itu yang saya katakan evaluasi teknis yang akan kami lakukan. Semua opsi masih ada peluang, makanya kita bicarakan,

page-series 1 dari 2 halaman

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ganjar pranowo wadas
Editor : Edi Suwiknyo

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top