Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mahfud Dianggap Gagal Berantas Radikalisme, Pakar: Perlu Sosok Pengganti

Menkopolhukam Mahfud MD dianggap gagal dalam memaksimalkan tugasnya, khususnya dalam memberantas radikalisme.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 17 Januari 2022  |  21:16 WIB
Menko Polhukam Mohammad Mahfud MD. - Antara
Menko Polhukam Mohammad Mahfud MD. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Menkopolhukam Mahfud MD dianggap gagal dalam memaksimalkan tugasnya menyelenggarakan urusan pemerintah di bidang politik, hukum dan keamanan, khususnya terkait maraknya ujaran kebencian dan informasi bohong di media sosial yang membuat masih adanya radikalisme di Indonesia.

"Situasi ini sangat disayangkan, karena Pak Mahfud telah gagal mengatasi persoalan radikalisme. Karena pendekatannya tidak berubah," kata Guru besar hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Parahyangan Asep Warlan melalui keterangan pers, Senin (17/1/2022).

Asep menjelaskan bahwa Mahfud sebagai koordinator sama sekali tidak memiliki skema pemberantasan radikalisme yang seragam untuk bisa dilaksanakan oleh menteri-menteri di bawah koordinasinya.

Apalagi, terang Asep, tingginya keberagaman yang dimiliki Indonesia juga menjadi titik rawan akan sulitnya mengendalikan gesekan konflik masyarakat di media sosial.

"Harusnya ada tindakan yang edukatif dengan penjelasan dialog. Tapi ini tidak," ujarnya.

Asep mengaku khawatir tindakan radikalisme ini akan mencoba masuk ke tataran politik formal parlementer dengan menunggangi ajang Pemilu 2024.

Apabila ini terjadi, dipastikan kekacauan tidak bisa dihindari. Akan terjadi pembelahan masyarakat di pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

"Maka itu perlu sosok pengganti Mahfud MD yang bisa menjembatani pihak-pihak yang selama ini bersebrangan dengan pemerintah, termasuk partai politik juga," ungkapnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mahfud md radikalisme Pemilu 2024
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top