Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Akan Tampung Pengungsi Rohingya

Kapal pengungsi Rohingya saat ini sedang berada sekitar 50 mil laut lepas pantai Bireun dan akan ditarik kedaratan.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 30 Desember 2021  |  10:56 WIB
Warga mengevakuasi pengungsi etnis Rohingya dari kapal di pesisir pantai Lancok, Aceh Utara, Aceh, pada Kamis (25/6/2020). - Antara/Rahmad
Warga mengevakuasi pengungsi etnis Rohingya dari kapal di pesisir pantai Lancok, Aceh Utara, Aceh, pada Kamis (25/6/2020). - Antara/Rahmad

Bisnis.com, JAKARTA-Pemerintah Indonesia menegaskan akan menampung pengungsi Rohingya yang saat ini terapung di atas sebuah kapal lautan Kabupaten Bireun Provinsi Aceh.

Kapal pengungsi saat ini sedang berada sekitar 50 mil laut lepas pantai Bireun dan akan ditarik kedaratan.

"Keputusan pemerintah ini atas kemanusiaan dan pertimbangan kondisi darurat yang dialami pengungsi di atas kapal tersebut," kata Ketua Satgas Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri Pusat/Deputi Bidang Koordinator Keamanan, Ketertiban dan Masyarakat (Kamtibmas) Kemenko Polhukam Irjen Pol Armed Wijaya dalam pernyataan pers di Channel Youtube Kemenko Polhukam, Rabu (29/12/2021).

Menurut Armed, dari pengamatan yang dilakukan penumpang kapal tersebut didominasi oleh perempuan dan anak-anak dengan kepastian jumlah pengungsi tersebut baru akan diketahui setelah pendataan lebih lanjut.

Armed menuturkan pemerintah akan segera melakukan koordinasi dan penanganan pengungsi sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016. Mengingat situasi pandemi keseluruhan pengungsi akan menjalani kesehatan.

“Untuk selanjutnya akan dilakukan pendataan dan pelaksanaan protokol kesehata (prokes) bagi para pengungsi,” ujarnya.

Selain itu juga, Satgas Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri Kemenko Polhukam akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah TNI, Polri dan pemangku kepentingan terkait lainnya.

"Hal ini agar pengungsi mendapatkan penampungan, logistik dan akses kesehatan serta lain-lain yang dibutuhkan," tutup Armed.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aceh rohingya
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top