Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sejumlah Daerah Nyatakan Siap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

Pemerintah daerah harus memberikan pemahaman kepada para orang tua bahwa pembelajaran jarak jauh selama ini masih banyak kendala sehingga menurunkan kualitas pendidikan.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 03 Juni 2021  |  11:06 WIB
Sejumlah Daerah Nyatakan Siap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka
Pelajar SMKN 15 Jakarta menaiki Bus Sekolah Gratis seusai mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka di SMKN 15 Jakarta, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (9/4/2021). - Antara\\r\\n\\r\\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Sekolah di sejumlah daerah telah menyatakan siap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) setelah Kementerian Pendidikan, Kebudayan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUDDikdasmen).

Panduan tersebut dinilai dapat menjadi acuan seluruh daerah agar PTM terbatas dapat terselenggara dengan aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah, keluarga, dan masyarakat sekitar.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi misalnya, mengutarakan bahwa seluruh satuan pendidikan yang ada di Provinsi Jawa Timur sudah siap melaksanakan PTM terbatas yang rencananya akan dimulai pada awal Tahun Ajaran 2021/2022.

“Baik negeri maupun swasta, Insya Allah sarana prasarana sudah kami siapkan semua. Kami sudah mengirimkan surat Gubernur Jawa Timur dan juga kepada Bupati/Walikota se-Jawa Timur untuk memberikan fasilitas sekaligus juga ikut memberikan pengawasan pada rencana PTM,” ujar Wahid, seperti dilansir Kemendikbudristek, Rabu (2/6/2021).

Selain koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, pemerintah daerah juga perlu memberikan pemahaman kepada para orang tua bahwa pembelajaran jarak jauh selama ini masih banyak kendala sehingga menurunkan kualitas pendidikan. Termasuk juga menyosialisasikan bahwa di saat pandemi Covid-19, tidak ada tempat yang aman dari Covid-19.

“Justru tempat paling aman adalah sekolah, karena di sekolah ini bisa dilakukan penyemprotan disinfektan secara berkala dan juga bisa dikendalikan bagaimana aktivitas di sekolah. Namun, untuk orang tua yang masih keberatan untuk mengikuti PTM terbatas, kami tetap memperbolehkan pembelajaran jarak jauh,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara Fuleng Elisa Mou mengatakan bahwa PTM terbatas wajib dilakukan di semua satuan pendidikan jika semua pendidik dan tenaga kependidikan telah diberikan vaksin Covid-19.

“Saat ini, dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK sudah kita berikan vaksinasi kepada 1.300 PTK untuk dosis I dan 800 PTK untuk dosis II,” ujar Fuleng.

Di samping itu, selain sarana dan prasarana yang disiapkan dalam rangka menerapkan protokol kesehatan, Pemerintah Kabupaten Malinau menyediakan fasilitator pembelajaran yang menyenangkan untuk melaksanakan PTM terbatas di satuan pendidikan.

“Dengan adanya pembelajaran yang menyenangkan ini, pembelajaran literasi dan numerasi yang difasilitasi oleh daerah ini sangat membantu anak-anak kami di pedalaman untuk bisa membaca dan berhitung,” tambah Fuleng.

Hal serupa juga diutarakan oleh Wakil Komite SMKN 1 Kemang, Bogor, Jawa Barat, Tata Karwita yang sekolah anaknya sudah menerapkan PTM terbatas.

Selain sarana dan prasarana yang disediakan untuk menjalankan protokol kesehatan di satuan pendidikan, Tata menyampaikan hubungan komunikasi antara pihak sekolah dengan orang tua murid menjadi poin penting untuk dilakukan.

“Komunikasi sangat perlu untuk PTM terbatas maupun PJJ, karena orang tua murid belum tentu seutuhnya memahami materi, terutama pembelajaran praktik,” ungkap Tata.

Kepala MAN Insan Cendekia Gorontalo Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Jasmaniar Kamar menjelaskan sejak Januari sekolahnya telah menerapkan PTM terbatas khususnya kepada siswa-siswa yang mengalami kesulitan pembelajaran secara daring.

Di samping itu, sekolahnya juga membentuk tim satuan tugas khusus Covid-19 dalam penerimaan siswa berkaitan dengan protokol kesehatan.

“Kami membentuk SOP-SOP mulai dari pintu masuk, kemudian menerima hasil rapid antigen dan dilaksanakan tes kesehatan oleh tim medis sampai dikatakan sudah layak di asrama untuk mengikuti pembelajaran yang telah terjadwal,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendikbud sekolah
Editor : Oktaviano DB Hana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top