Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tak Lulus TWK, Pegawai KPK Gugat UU KPK ke MK

Pasal yang diujimaterikan adalah Pasal 69B dan 69C UU KPK yang intinya mengatur tentang alih status pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 Juni 2021  |  17:10 WIB
Tak Lulus TWK, Pegawai KPK Gugat UU KPK ke MK
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan melambaikan tangan saat menghadiri acara penyambutan dirinya kembali aktif bekerja di pelataran gedung KPK, Jakarta, Jumat (27 - 7).

Bisnis.com, JAKARTA -- Sejumlah pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) mengajukan judicial review terhadap Undang-Undang KPK ke Mahkamah Konstitusi (MK). 

Pasal yang diujimaterikan adalah Pasal 69B dan 69C UU KPK yang intinya mengatur tentang alih status pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Hari ini kami mendaftarkan JR ke MK," kata perwakilan pegawai Hotman Tambunan dilansir dari Tempo, Rabu (2/6/2021).

Hotman berharap lewat gugatan ini, hakim MK akan menetapkan penafsiran mengenai prosedur alih status pegawai menjadi ASN yang benar. Menurut dia, pimpinan KPK dan Badan Kepegawaian Negara selama ini menafsirkan sendiri mengenai maksud alih status tersebut.

"Para hakim MK adalah para negarawan yang memahami konsep dan filosofi dasar wawasan kebangsaan," kata dia.

Selain itu, Hotman mengatakan pegawai menilai penggunaan TWK sebagai syarat alih status pegawai bertentangan dengan UUD 1945. Selanjutnya, pegawai juga ingin MK menafsirkan secara jelas kalimat "tidak merugikan pegawai" yang menjadi pertimbangan dalam putusan MK dalam JR UU KPK. 

"Kami harap simpang siurnya penafsiran kalimat itu di publik bisa diukur," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK KPK mahkamah konstitusi ASN

Sumber : Tempo

Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top