Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dalami Laporan soal TWK KPK, Komnas HAM Panggil 8 Saksi

Komnas HAM akan menggali karakteristik, dinamika, serta pola kerja dan hubungannya dengan tes wawasan kebangsaan pegawai KPK.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 Juni 2021  |  14:26 WIB
Dalami Laporan soal TWK KPK, Komnas HAM Panggil 8 Saksi
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia akan memeriksa delapan orang terkait laporan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang Tes Wawasan Kebangsaan. Pegawai yang diperiksa di antaranya pengurus Wadah Pegawai KPK.

"Komnas berharap dapat memeriksa 8 orang, termasuk WP KPK," kata Sekretaris Tim Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Endang Sri Melani lewat keterangan tertulis, Rabu (2/6/2021).

Tim Komnas HAM menyatakan akan mendalami keterangan dari para pegawai. Di antaranya untuk menggali karakteristik, dinamika, serta pola kerja dan hubungannya dengan TWK.

Dari pemeriksaan ini, Komnas berharap semakin jelas terkait proses, latar belakang, pola kerja dan hukum serta prosedur.

Sebelumnya, puluhan pegawai KPK yang tak lolos TWK mengadu ke Komnas HAM pada 24 Mei 2021.

Dalam aduannya tersebut, mereka melampirkan laporan yang berisikan delapan hal yang dinilai sebagai bentuk dugaan pelanggaran HAM.

Atas aduan tersebut, Komnas HAM akan memanggil Ketua KPK Firli Bahuri pada pekan depan. Firli akan dimintai keterangan mengenai laporan atas penyelenggaraan TWK yang berujung pada pemecatan 51 pegawai komisi antirasuah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK korupsi komnas ham ASN

Sumber : Tempo.Co

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top