Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ironis! DPR: Pekerja asal China Berdatangan, Pekerja Lokal Di-PHK

Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengimbau Kementerian Ketenagakerjaan agar transparan soal di mana para TKA China itu akan dipekerjakan.
Aktivitas masyarakat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) terlihat sepi semenjak pandemi melanda daerah Provinsi Sumatra Barat, Jumat (19/3/2021). PT Angkasa Pura II Cabang BIM menyebutkan penerbangan internasional masih ditutup hingga akhir tahun 2021 ini./Bisnis-Noli Hendra
Aktivitas masyarakat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) terlihat sepi semenjak pandemi melanda daerah Provinsi Sumatra Barat, Jumat (19/3/2021). PT Angkasa Pura II Cabang BIM menyebutkan penerbangan internasional masih ditutup hingga akhir tahun 2021 ini./Bisnis-Noli Hendra

Bisnis.com, JAKARTA - Masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China ke Indonesia kembali mendapat kritik di tengah wabah pandemi Covid-19 yang belum mereda.

Ketua Fraksi PAN DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan apa yang terjadi tersebut sangat ironis. Pasalnya, pekerja asing bebas masuk tanpa henti, tapi pekerja lokal banyak yang mendapat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Saya benar-benar menyayangkan pemberian izin masuknya WNA China ke Indonesia di tengah situasi pandemi seperti ini. Kedatangan mereka ini tentu dikhawatirkan berpotensi membawa virus Covid-19,” katanya kepada wartawan, Senin (17/5/2021).

Belum lagi, katanya, masuknya WNA China dimaksudkan untuk bekerja di Indonesia. Padahal, di dalam negeri sendiri, ada banyak PHK dan pekerja yang dirumahkan.

Terkait hal itu, Anggota Komisi IX DPR itu mengimbau Kementerian Ketenagakerjaan agar transparan soal di mana para TKA China itu akan dipekerjakan.

Idealnya, para WNI dulu yang diprioritaskan mendapat pekerjaan di dalam negeri karena kualitias pekerja lokal tidak kalah dengan pekerja asal China. Apalagi, Indonesia sendiri sedang menghadapi wabah Covid-19 yang belum selesai.

Bila kelak, sudah selesai bisa dipikirkan lagi soal TKA asal China itu, katanya. Dia sangat menyayangkan, protes dan penolakan masyarakat seakan tidak didengar oleh pemerintah.

Namun, dia menilai semakin ditolak, malah semakin banyak TKA asal China yang datang. “Bahkan, sekali penerbangan bisa membawa ratusan rombongan TKA,” katanya.

Dia mengatakan perlu dikalkulasi untung rugi menggunakan TKA ini di Indonesia. Pasalnya, sejauh ini, belum pernah terdengar bahwa kedatangan mereka meningkatkan pemasukan negara.

“Setidaknya saya belum pernah membaca laporan bahwa mereka berkontribusi dalam meningkatkan APBN,” kata Saleh.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper