Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Negara-Negara Arab Kutuk Aksi Kekerasan Israel ke Warga Palestina

Polisi Israel menggunakan peluru karet, gas air mata, dan granat kejut di dalam Masjid Al-Aqsa, di mana orang-orang muslim sedang beribadah pada Jumat terakhir pada Ramadan.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 09 Mei 2021  |  13:59 WIB
Warga Palestina bereaksi ketika polisi Israel menembakkan granat setrum selama bentrokan di kompleks Masjid Al Aqsa, di  Yerusalem, (7/5/2021). Bentrokan tersebut imbas ketegangan di Yerusalem yang meningkat karena warga Palestina memprotes pembatasan akses Israel ke beberapa bagian Kota Tua Yerusalem selama bulan suci Ramadhan dan beberapa keluarga Palestina diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka, dan rumah itu diambil paksa oleh pendatang Yahudi Israel - Antara Foto/Ammar Awad
Warga Palestina bereaksi ketika polisi Israel menembakkan granat setrum selama bentrokan di kompleks Masjid Al Aqsa, di Yerusalem, (7/5/2021). Bentrokan tersebut imbas ketegangan di Yerusalem yang meningkat karena warga Palestina memprotes pembatasan akses Israel ke beberapa bagian Kota Tua Yerusalem selama bulan suci Ramadhan dan beberapa keluarga Palestina diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka, dan rumah itu diambil paksa oleh pendatang Yahudi Israel - Antara Foto/Ammar Awad

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah negara, terutama negara-negara Jazirah Arab, mengecam pengusiran warga Palestina di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur yang juga diiringi tindakan kekerasan aparat Israel pada saat menghadapi aksi protes.

Seperti diketahui, Israel mengerahkan pasukannya pada Sabtu (9/5/2021), setelah adanya bentrokan pada Jumat malam yang melukai 200 orang Palestina.

Polisi menggunakan peluru karet, gas air mata, dan granat kejut di dalam Masjid Al-Aqsa, di mana orang-orang muslim sedang beribadah pada Jumat terakhir pada Ramadan, termasuk wanita dan anak-anak.

Ketegangan meningkat pada Ramadan lantaran kemarahan warga Palestina atas klaim sepihak dari pemukim Yahudi pada rumah-rumah di wilayah Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.

Oman menyatakan penolakannya terhadap kebijakan yang membuat orang-orang Palestina terpaksa meninggalkan rumahnya di Yerusalem.

Mereka juga menegaskan kembali posisinya bahwa Oman mendukung hak yang sah pendirian negara Palestina yang merdeka di perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Sementara itu, sejumlah pejabat Turki telah menyatakan kritik kepada Israel dan mengajak negara-negara lain untuk bersuara yang sama.

"Tidak tahu malu bagi Israel dan mereka yang tetap diam setelah serangan yang tercela ini. Kami meminta semua orang untuk melawan kebijakan pendudukan dan agresi negara apartheid ini,” kata juru bicara Kepresidenan Turki Ibrahim Kalin seperti dikutip Aljazeera.

Presiden Erdogan dalam pidatonya di Ankara menyebut Israel sebagai negara teroris yang menyerang orang muslim di Yerusalem dengan cara yang biadab dan tanpa etika.

Kekerasan di Yerusaalem “adalah serangan terhadap seluruh umat muslim,” katanya dikutip dari TRT World. “Melindungi kemuliaan Yerusalem adalah tugas dari seluruh orang muslim,” tambahnya.

Dilansir dari Arab News pada Sabtu, Arab Saudi mengecam rencana Israel untuk mengusir keluarga Palestina dari rumah mereka di Yerusalem di tengah meningkatnya kekerasan di kota itu.

“Arab Saudi menolak rencana dan tindakan Israel untuk mengusir puluhan warga Palestina dari rumah mereka di Yerusalem dan memaksakan kedaulatan Israel atas mereka," kata Kementerian Luar Negeri Saudi.

Sementara UEA, negara yang telah melakukan normalisasi hubungan dengan Israel pada tahun lalu juga mengutarakan kecaman kerasnya terhadap rencana pengusiran tersebut.

Menteri Luar Negeri UEA Khalifa Al-Marar mendesak Israel untuk memegang tanggung jawab mereka terhadap hukum internasional. Mereka juga meminta Israel menyediakan perlindungan kepada hak warga sipil Palestina yang hendak beribadah dan menghindari kekerasan di Masjid Al-Aqsa.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palestina arab saudi israel uni emirat arab Oman
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top