Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wilayah Diganggu, Menlu Filipina Hardik China Soal Laut China Selatan

Filipina meminta China mematuhi putusan arbitrase 2016 yang dikeluarkan sesuai dengan Konvensi Hukum Laut.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 04 Mei 2021  |  15:19 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) didamping Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) bersama Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin Jr (kiri) mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2021 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Sabtu (24/4/2021). ANTARA FOTO - Biro Pers/Laily Rachev
Presiden Joko Widodo (tengah) didamping Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) bersama Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin Jr (kiri) mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2021 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Sabtu (24/4/2021). ANTARA FOTO - Biro Pers/Laily Rachev

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin melontarkan ungkapan sarkasme kepada China yang dianggap tidak mematuhi hukum laut di Laut China Selatan.

Ungkapan tersebut ditulis melalui akun Twitter pribadinya pada Senin (3/5/2021).

China, kawanku, seberapa sopan saya bisa mengatakannya? Coba saya lihat… O… KELUARLAH. Apa yang kamu lakukan terhadap persahabatan kita? Kamu. Bukan kami. Kami sedang mencoba. Kamu. Kamu seperti orang bodoh yang memaksakan perhatian Anda pada pria tampan yang ingin menjadi teman; bukan untuk menjadi ayah dari provinsi China,” tulisnya.

Ketegangan antara China dan Filipina meningkat dimulai ketika ratusan kapal ikan China terlihat di Whitsun Reef sehingga memicu protes dari Manila.

Mereka meminta China mematuhi putusan arbitrase 2016 yang dikeluarkan sesuai dengan Konvensi Hukum Laut.

Sementara China berkilah mengatakan bahwa kapal-kapal itu hanya berlindung dari angin dan meminta Filipina melihat situasi secara rasional.

Kementerian Luar negeri Filipina juga telah menyerukan agar kapal ikan China pergi dari Scarborough Shoal dan gugusan Pulau Kalayaan di Pulau Spratly Islands melalui pernyataan pada Senin.

Scarborough Shoal berada berada dalam zona ekonomi eksklusif 200 mil laut Filipina dan sekitar 472 mil laut dari pantai terdekat China.

Namun, Presiden Filipina Rodrigo Duterte justru tetap memuji China seiring dengan kerja sama pengiriman vaksin Covid-19 dari di tengah ketegangan yang meningkat di perairan yang disengketakan.

“China tetap menjadi penyumbang bagi kami,” kata Duterte dalam briefing yang disiarkan televisi pada Senin malam, dilansir dari Bloomberg. "Hanya karena kami memiliki konflik dengan China, bukan berarti kami harus bersikap kasar dan tidak sopan."

Duterte membuat komentar itu setelah Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin. Locsin telah mengungkapkan permintaan maafnya kepada Menteri Luar Negeri China Wang Yi karena telah menyakiti perasaannya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china filipina laut china selatan
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top