Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Di Hadapan Kanselir Jerman, Jokowi Tegaskan Sikap RI soal Konflik Myanmar

Indonesia telah mengusulkan dilakukannya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean guna membahas isu Myanmar dan saat ini persiapan KTT sedang terus dilakukan.
Presiden Jokowi didampingi Menlu dan Seskab melakukan pertemuan bilateral dengan Kanselir Jerman Angela Merkel, secara virtual, dari Istana Bogor, Selasa (13/04/2021) sore / BPMI Setpres/Muchlis Jr
Presiden Jokowi didampingi Menlu dan Seskab melakukan pertemuan bilateral dengan Kanselir Jerman Angela Merkel, secara virtual, dari Istana Bogor, Selasa (13/04/2021) sore / BPMI Setpres/Muchlis Jr

Bisnis.com, JAKARTA -Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas sejumlah isu penting dalam pertemuan bilateral dengan Kanselir Jerman Angela Merkel secara virtual, dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/04/2021) sore.

Selain isu terkait Indonesia dan Jerman, kedua pemimpin juga saling tukar pikiran megenai isu Myanmar. Dalam pertemuan itu, Presiden menyampaikan bahwa sikap Indonesia sangat jelas dari sejak awal, yaitu meminta dihentikannya penggunaan kekerasan dan mendorong dilakukannya dialog.

“Dialog di antara mereka diharapkan dapat segera dilakukan, untuk mengembalikan demokrasi, stabilitas, dan perdamaian di Myanmar," kata Jokowi seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Selasa (13/4/2021).

Indonesia juga telah mengusulkan dilakukannya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean guna membahas isu Myanmar dan saat ini persiapan KTT sedang terus dilakukan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presien Jokowi mendesak agar penggunaan kekerasan yang terjadi di Myanmar segera dihentikan. Presiden juga menyampaikan ucapan duka cita dan simpati yang mendalam terhadap korban dan keluarga korban dari aksi kekerasan yang terjadi di Myanmar.

Hal tersebut disampaikan Presiden dalam pernyataan pers terkait perkembangan situasi terkini di Myanmar, Jumat (19/03/2021).

“Atas nama seluruh rakyat Indonesia, saya menyampaikan dukacita dan simpati yang mendalam kepada korban dan keluarga korban akibat penggunaan kekerasan di Myanmar. Indonesia mendesak agar penggunaan kekerasan di Myanmar segera dihentikan sehingga tidak ada lagi korban berjatuhan," kata Jokowi seperti dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (19/3/2021).

Jokowi menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, penggunaan kekerasan harus segera dihentikan.

Presiden menegaskan, Indonesia juga mendesak agar segera dilakukan dialog dan rekonsiliasi untuk memulihkan demokrasi, perdamaian, dan stabilitas di negara tersebut.

“Saya akan segera melakukan pembicaraan dengan Sultan Brunei Darussalam sebagai Ketua Asean agar segera dimungkinkannya diselenggarakan pertemuan tingkat tinggi Asean yang membahas krisis di Myanmar,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah negara, termasuk Indonesia mengecam aksi penggunaan kekerasan oleh militer Myanmar kepada para pengunjuk rasa hingga menimbulkan korban jiwa dan korban luka-luka.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper