Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia dan Singapura Satu Suara, Hentikan Kekerasan di Myanmar!

Penghentian kekerasan di Myanmar diperlukan untuk mencegah bertambahnya jumlah korban rakyat sipil.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 25 Maret 2021  |  20:38 WIB
rnSeorang biarawati Suster Ann Rose Nu Tawng (kedua kanan) berlutut di depan aparat kepolisian untuk memohon agar menahan diri dari kekerasan terhadap anak-anak dan penduduk di tengah unjuk rasa anti kudeta militer di Myitkyina, Myanmar, Senin (8/3/2021) seperti terlihat di dalam foto yang diambil dari potongan video. - Antara/Reuters\r\n
rnSeorang biarawati Suster Ann Rose Nu Tawng (kedua kanan) berlutut di depan aparat kepolisian untuk memohon agar menahan diri dari kekerasan terhadap anak-anak dan penduduk di tengah unjuk rasa anti kudeta militer di Myitkyina, Myanmar, Senin (8/3/2021) seperti terlihat di dalam foto yang diambil dari potongan video. - Antara/Reuters\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintau Indonesia dan negeri jiran, Singapura, berkomitmen untuk mendorong dilakukannya dialog demi menegakkan demokrasi dan perdamaian di Myanmar.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan di Jakarta, pada Kamis (25/3/2021).

Dalam pidatonya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyerukan kepada militer Myanmar agar menghentikan penggunaan senjata dan mencegah bertambahnya korban yang berjatuhan.

Mereka juga mendesak Myanmar untuk memulai dialog untuk mengembalikan demokrasi, perdamaian dan stabilitas ke jalurnya.

Menlu Retno mengatakan kedua negara siap mendukung inisiatif penyelenggaraan Pertemuan Pemimpin Asean (Leader’s Summit) dalam waktu dekat.

“Tujuan kami untuk mencapai komunitas Asean hanya dapat dicapai dengan kontribusi dari semua Anggota Asean,” tegasnya

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengatakan Indonesia dan Singapura memiliki posisi yang sama dalam menghadapi krisis di Myanmar.

Menlu Balakrishnan mengungkapkan kekhawatirannya terhadap situasi di Myanmar setelah sejumlah warga sipil tanpa senjata kehilangan nyawanya. Dia juga menyatakan dukungannya terhadap rekonsiliasi nasional di dalam Myanmar .

“Seharunya tidak ada intervensi asing, tetapi Asean siap membantu dan kami dapat membantu. Kami juga mendukung para pemimpin kami untuk bertemu dan merekomendasikan posisi umum yang menyatakan dukungan Asean terhadap Myanmar,” tuturnya.

Selain dengan jajaran Kementerian Luar Negeri, Menlu Balakrishnan juga dijadwalkan bertemu dengan Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Pertemuan antara Menlu Balakrishnan dengan Menlu Retno menjadi yang kedua kali pada tahun ini setelah kunjungan Retno ke Singapura, salah satunya untuk membahas persoalan Myanmar pada 18 Februari.

Kunjungan Menteri Balakrishnan pada pekan ini merupakan rangkaian dari safarinya di Asean, seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura myanmar retno marsudi
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top