Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KPK Enggan Beberkan Kaitan PT Pertani & Tersangka Korupsi Bansos

Harry van Sidabukke memberikan suap Rp1,28 miliar kepada pegawai kepada Menteri Sosial Juliari P Batubara terkait dengan oenunjukan pengadaan paket bansos sebanyak 1,51 juta paket, melalui PT Pertani (Persero) dan melalui PT Mandala Hamonangan Sude.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  14:08 WIB
PT Pertani - kabardahlaniskan.com
PT Pertani - kabardahlaniskan.com

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) enggan membeberkan kaitan antara penyuap Menteri Sosial Juliari P. Batubara, Harry Sidabuke dengan PT Pertani (Persero). 

Diketahui, Harry van Sidabukke memberikan suap Rp1,28 miliar kepada pegawai kepada Menteri Sosial Juliari P Batubara, Adi Wahyono dan juga Matheus Joko Santoso terkait dengan paket bansos sebanyak 1,51 juta paket, melalui PT Pertani (Persero) dan melalui PT Mandala Hamonangan Sude.

Mengenai hubungan antara Harry dan PT Pertani, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan bahwa hal tesebut merupakan materi penyidikan. Namun, kata dia masyarakat bisa mengikuti persidangan untuk mengetahui fakta-fakta terkait kasus ini.

"Perkara sudah dilimpahkan ke tipikor. Minggu depan sudah agenda sidang pembacaan dakwaan. Ikuti nanti ya saksi-saksi nanti akan dihadirkan BAP juga akan dibuka secara umum," kata Ali saat dihubungi, Rabu (17/2/2021).

Dua terdakwa kasus suap bantuan sosial (bansos) Covid-19 yakni Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja segera disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Kepastian mengenai persidangan kedua terdakwa itu terungkap dari sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) PN Jakarta Pusat. Pendaftaran persidangan keduanya dilakukan pada Selasa (16/2/2021).

Adapun dalam dakwaan Jaksa KPK terungkap, Harry Van Sidabukke telah melakukan beberapa perbuatan melanggar hukum. 

Dia diketahui memberi uang sebesar Rp1,28 miliar kepada pegawai kepada Menteri Sosial Juliari P Batubara, Adi Wahyono dan juga Matheus Joko Santoso terkait proyek pengadaan bansos Covid-19.

Suap yang diberikan Harry itu terkait paket  bansos sebanyak 1,51 juta, melalui PT Pertani (Persero) dan melalui PT Mandala Hamonangan Sude. 

Sementara itu, untuk terdakwa Ardian, Jaksa KPK menjelaskan Ardian diduga memberi uang sebesar Rp1,95 miliar kepada Menteri Sosial Juliari P Batubara, Adi Wahyono, dan Matheus Joko Santoso terkait pengadaan bansos Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK Juliari P. Batubara
Editor : Edi Suwiknyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top