Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksin Disebut Hindarkan Bupati Sleman dari Gejala Berat Covid-19

Bupati Sleman bersama dengan 10 tokoh di Kabupaten Sleman telah menjadi pionir program pada pekan lalu. Vaksinasi kedua direncankan pada 28 Januari 2021.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 22 Januari 2021  |  17:46 WIB
Bupati Sleman Sri Purnomo mengumumkan bahwa dirinya positif terpapar virus Corona atau Covid-19. Dia mengumumkan hal itu melalui akun instagram resminya, sripurnomosp, Kamis (21/1/2021) - tangkapan layar Instagram/@sripurnomosp
Bupati Sleman Sri Purnomo mengumumkan bahwa dirinya positif terpapar virus Corona atau Covid-19. Dia mengumumkan hal itu melalui akun instagram resminya, sripurnomosp, Kamis (21/1/2021) - tangkapan layar Instagram/@sripurnomosp

Bisnis.com, JAKARTA — Vaksinasi pertama dinilai membantu Bupati Sleman Sri Purnomo terhindar dari gejala berat setelah terpapar virus Corona atau Covid-19.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo dalam konferensi pers bersama sejumlah pejabat teras daerah tersebut untuk memberikan informasi terkait kabar Bupati Sleman. Menurutnya, bila sudah divaksin maka gejala Covid-19 yang dialami pasien tidak akan terlalu berat dibandingkan pasien yang belum divaksin.

"Justru kalau sudah divaksin gejala Covid-19 tersebut tidak akan terlalu berat dibanding bila belum divaksin," ujarnya seperti dikutip dalam laman resmi Pemkab Sleman, Jumat (22/1/2021).

Dia pun menegaskan terpaparnya Bupati Sri Purnomo oleh Covid-19 tidak berhubungan dengan pemberian vaksin Sinovac pada 14 Januari 2021. 

Dia menjelaskan saat itu Bupati Sleman bersamaan dengan 10 tokoh di wilayah itu menjadi pionir vaksinasi. Rencananya, vaksinasi tahap pertama itu dilanjutkan dengan tahap sekitar 28 Januari 2021 sebab jedanya minimal dua minggu.

"Sehingga kalau baru sekali diberikan vaksin belum memberikan efek kekebalan atau pembentukan antibodi belum memadai sehingga harus diberikan booster atau suntikan kedua, yang akan membentuk kekebalan secara optimal," ujarnya dalam keterangan resmi tersebut.

Terpisah, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes sekaligus Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengatakan kekebalan tubuh terhadap Covid-19 memerlukan waktu sekitar 14 hingga 28 hari setelah menerima penyuntikan tahap kedua.

Hal itu diungkapkan Nadia menanggapi kabar Bupati Sleman Sri Purnomo yang dinyatakan terinfeksi Covid-19 pada hari ini, Kamis (21/1/2021/). Padahal, Sri baru saja menerima vaksinasi Covid-19 tepat 7 hari atau sepekan yang lalu.

“Vaksin covid 19 mampu menimbulkan antibodi perlu waktu 14 hingga 28 hari setelah penyuntikan kedua, apalagi ini baru satu dosis penyuntikak sehingga belum ada antibodi yg bisa melawan infeksi covid 19,” kata Nadia melalui pesan tertulis pada Kamis (21/1/2021).

Kendati demikian, Nadia menggarisbawahi, kondisi Sri dalam keadaan baik sekalipun terinfeksi Covid-19. Dengan demikian, dia menyimpulkan, vaksinasi tahap pertama itu turut memiliki khasiat untuk mencegah infeksi Covid-19 menuju ke situasi kritis.

“Bapak bupati kondisinya baik walau positif tidak ada gejala dan bahkan diperiksa paru paru tidak ada gangguan yang artinya kita juga ketahui vaksin Covid-19 memberikan perlindungan walau kita sakit tapi bisa mencegah tidak pada kondisi berat,” kata dia.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sleman Covid-19 Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top