Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Minta Pemeriksaan dan Pengawasan Pesawat Terbang Diperketat

Pernyataan itu disampaikan usai meninjau lokasi posko darurat evakuasi Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Jakarta International Container Terminal (JICT), Rabu (20/1/2021).
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  15:04 WIB
Presiden Joko Widodo saat membuka rapat terbatas mengenai Penanganan Pandemi Covid-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi di Istana Negara, Rabu (6/1 - 2021) / Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo saat membuka rapat terbatas mengenai Penanganan Pandemi Covid-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi di Istana Negara, Rabu (6/1 - 2021) / Youtube Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memperketat pemeriksaan dan pengawasan terhadap pesawat terbang di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan usai meninjau lokasi posko darurat evakuasi Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Jakarta International Container Terminal (JICT), Rabu (20/1/2021). Menurut Jokowi, keselamatan di bidang transportasi adalah hal utama.

“Saya minta segera ditindaklanjuti baik KNKT maupun perhubungan terutama pemeriksaan dan pengawasan terhadap pesawat yang akan terbang demi keselamatan masyarakat demi keselamatan penumpang,” katanya, Rabu (20/1/2021).

Selain itu, pada saat kunjungan tersebut Jokowi menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Dia berharap seluruh keluarga yang ditinggalkan diberi keikhlasan dan kesabaran.

Jokowi juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tim SAR gabungan yang telah bekerja sejak awal jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Beberapa instansi yang terlibat di antaranya Kementerian Perhubungan, Basarnas, TNI, Polri dan KNKT.

“Kita tahu telah ditemukan serpihan yang besar maupun kecil kemudian kotak hitamnya juga sudah [ditemukan],” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut Jokowi juga menyaksikan langsung penyerahan santunan kepada keluarga korban maupun ahli waris. PT Jasa Raharja memberikan Rp50 juta per penumpang, sedangkan Sriwijaya Air memberikan Rp1,2 miliar per penumpang.

Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta - Pontianak jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta pada Sabtu (9/1/2021). Pesawat tersebut kehilangan kontak sekitar 4 menit setelah lepas landas dari bandara Soekarno - Hatta.

Pesawat jenis Boeing 737-500 dengan nomor produksi 27.323 ini diketahui telah berusia 26,7 tahun. Sebelum digunakan Sriwijaya Air, burung besi tersebut lebih dulu digunakan Continental Airlines pada sejak 1994 dan United Airlines sejak 2010.

Sriwijaya Air menggunakan pesawat tersebut sejak 2012 atau selama 8 tahun. Adapun kecelakaan ini menyebabkan puluhan penumpang Sriwijaya meninggal terdiri dari 50 orang bersama 12 orang kru kabin pesawat. Adapun penumpang terdiri dari 43 orang dewasa, 7 orang anak-anak dan 3 balita.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Sriwijaya Air kecelakaan pesawat
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top