Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Survei SMRC: Bila Pemilu Legislatif Dihelat Sekarang, PDIP Masih Jawaranya

Dalam survei yang dilakukan SMRC pada 23-26 Desember 2020, ada 31,3 persen responden yang menyatakan akan memilih PDIP. Gerindra?
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Desember 2020  |  08:59 WIB
Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saiful Mujani (kanan) menjelaskan hasil survei lembaganya disaksikan Guru Besar UI Tamrin Amal Tomagola (kiri) dan Rais Syuriyah PBNU Masdar Farid Mas'udi (tengah) saat rilis hasil survei terkait NKRI dan ISIS di Jakarta, Minggu (4/6). - Antara/Hafidz Mubarak A
Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saiful Mujani (kanan) menjelaskan hasil survei lembaganya disaksikan Guru Besar UI Tamrin Amal Tomagola (kiri) dan Rais Syuriyah PBNU Masdar Farid Mas'udi (tengah) saat rilis hasil survei terkait NKRI dan ISIS di Jakarta, Minggu (4/6). - Antara/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ternyata mendapat dukungan paling tinggi jika pemilu legislatif digelar sekarang.

Hal itu terungkap dari Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Dalam survei yang dilakukan pada 23-26 Desember 2020, ada 31,3 persen responden yang menyatakan akan memilih PDIP.

"Naik dibanding hasil Pemilu 2019 sebesar 19,3 persen," kata Direktur Eksekutif SMRC Sirajudin Abbas dikutip dari dokumen paparan hasil survei yang dirilis Selasa, (29/12/2020).

Dalam survei yang sama, dukungan untuk Gerindra cenderung stagnan bila dibandingkan dengan hasil Pemilu 2019, yakni sebesar 13,4 persen. 

Sementara itu, elektabilitas partai-partai lain berada di bawah 10 persen, yakni Golkar 5,6 persen, Partai Keadilan Sejahtera 5,2 persen, Demokrat 4,5 persen. Kemudian Nasdem 3,1 persen, Partai Kebangkitan Bangsa 3 persen, Partai Persatuan Pembangunan 1,2 persen, dan Partai Amanat Nasional 1,1 persen.

Namun angka responden yang menyatakan tidak tahu atau tidak mau menjawab masih tinggi, yaitu 30,7 persen.

Abbas mengatakan sementara ini tidak terjadi perubahan besar peta kekuatan partai di tingkat massa pemilih di tengah pandemi Covid-19. Suara PDIP cenderung menguat dan Gerindra stabil kendati dua kader partai tersebut terseret kasus korupsi belum lama ini, yakni Edhy Prabowo dan Juliari Batubara.

Dalam survei yang sama, SMRC mencatat bahwa kasus korupsi dua bekas menteri itu berkontribusi pada penilaian publik tentang semakin tingginya korupsi dibanding tahun lalu.

Abbas melanjutkan, suara PKS cenderung menguat dibanding partai-partai lain di kelompok elektabilitas kurang dari 10 persen. Ia menyebut partai dakwah mengambil suara dari pemilih partai Islam lain, terutama PAN dan PPP.

Di sisi lain, kecenderungan dukungan untuk Demokrat disebutnya fluktuatif tetapi secara umum lebih kompetitif dibanding partai lain dengan suara di bawah 10 persen. Menurut Abbas, Demokrat dan PKS yang berada di luar pemerintahan tampaknya mendapat tempat dengan mengancam partai-partai lain di luar PDIP dan Gerindra.

"PKS mengancam partai Islam, Demokrat dan PDIP mengancam partai-partai nasional lain terutama Golkar dan NasDem," ujar Abbas.

Abbas melanjutkan, pola ini menunjukkan bahwa peta kekuatan partai politik berdasarkan sentimen aliran politik nasionalis versus politik Islam tidak berubah di tingkat massa.

Survei ini digelar dari 23-26 Desember 2020 terhadap 1.202 responden yang dipilih secara acak. Metode yang digunakan ialah wawancara telepon. SMRC mengklaim tingkat kepercayaan surveinya 95 persen dengan margin of error 2,9 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pdip gerindra smrc

Sumber : Tempo

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top