Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Para Perempuan Pemimpin Dunia, Angela Merkel, Jacinda Ardern, dan Kamala Harris

Publik pun dibuat penasaran dengannya yang identik dengan sosok perempuan kuat yang ikut membakar semangat wanita-wanita lain.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 09 November 2020  |  19:17 WIB
Para Perempuan Pemimpin Dunia, Angela Merkel, Jacinda Ardern, dan Kamala Harris
Wakil Presiden terpilih AS Kamala Harris menyapa pendukungnya saat menyampaikan pidato kemenangan di Wilmington, Delaware, AS, Sabtu (7 /11/2020). Bloomberg - Sarah Silbiger\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Kemenangan Kamala Harris sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat terpilih pada 2020 tidak hanya menjadi perbincangan di Amerika Serikat tetapi juga di berbagai negara.

Publik pun dibuat penasaran dengannya yang identik dengan sosok perempuan kuat yang ikut membakar semangat wanita-wanita lain.

Selain Kamala Harris juga ada sosok perempuan yang memimipin negerinya dan diakui serta dipuji oleh rakyatnya. Berikut daftar wanita yang jadi pemimpin dunia saat ini.

1. Angela Merkel

Politis Angela Merkel merupakan kanselir wanita pertama di Jerman yang diangkat pada tahun 2005 dikutip dari Britannica pada Senin (9/11/2020). Wanita yang lahir 17 Juni 1954 ini telah menjabat sebagai kanselir sebanyak empat periode berturut-turut.

Seperti dikutip Bisnis 30 April 2020 Kanselir Jerman Angela Merkel yang akan menanggalkan jabatannya pada 2021 mendatang ini menjadi idola rakyat Jerman. Apalagi saat pandemi Covid-19 melanda, Jerman mampu menekan angka persebaran Covid-19 dan mencatat tingkat kematian rendah. Pada tahun 2011 lalu Merkel mendapatkan penghargaan medali presiden untuk kebebasan atau Presidential Medal of Freedom.

Selain menjadi politikus wanita berambut pendek ini juga merupakan seorang ilmuwan, dia dianugerahi gelar doktor untuk tesisnya tentang kimia kuantum pada tahun 1986. Perjalanan politik Merkel dimulai setelah jatuhnya Tembok Berlin pada 1989 Merkel bergabung dengan Kebangkitan Demokratik yang baru didirikan pada, lalu menjadi juru bicara partai pada Februari 1990.

Kemudian pada Januari 1991 dia ditunjuk sebagai menteri untuk wanita dan pemuda oleh Kanselir Helmut Kohl. Pilihan Kohl sebagai pendatang baru politik wanita dari Jerman Timur menarik beberapa demografi dan membuat Merkel mendapat julukan "Kohls Mädchen" yang artinya gadis Kohl.

Pada 10 April 2000 Merkel terpilih menjadi Ketua Partai Persatuan Demokrat Kristen (CDU) Jerman. Terpilihnya Merkel ini menjadikannya wanita pertama dan non-katolik pertama yang memimpin partai.

Pada tahun 2002 Merkel yang berharap bisa menjadi Kanselir ini gagal karena pada saat itu orang-orang masih mengasosiasikannya dengan skandal keuangan yang melanda Kanselir Helmut Kohl pada 1991.

2. Jacinda Ardern

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern pada 17 Oktober 2020 lalu terpilih kembali menjadi Perdana Menteri di Negeri Kiwi tersebut. Ardern yang diusung oleh Partai Buruh Selandia Baru menang telak di pemilihan umum kali ini.

Seperti dilansir Bisnis pada 18 Oktober 2020, para pemilih menghadiahkan suara mereka kepada Ardern atas responnya yang tegas dalam menangani Covid-19.

Melalui mandat ini perdana menteri muda yang berusia 40 tahun ini bisa membentuk pemerintahan partai tunggal pertama dalam beberapa dekade. Pada kepemimpinannya kini Ardern menghadapi tantangan untuk mewujudkan transformasi progresif yang dijanjikannya tetapi gagal terwujud pada masa jabatan pertama.

Sebelum menamatkan sarjananya di Studi Komunikasi pada 2001, Ardern telah memulai hubungannya dengan Partai Buruh dikutip dari Britannica Senin (9/11/2020). Pada 1999 di umur 17 tahun dia bergabung dengan partai dengan bantuan tantenya. Pada saat itu dia terlibat dalam kampanye pemilihan kembali anggota parlemen Partai Buruh Harry Duynhoven di distrik New Plymouth.

Pada tahun 2007 dia terpilih menjadi presiden Persatuan Pemuda Sosialis Internasional (IUSY) yang membawanya ke berbagai negera seperti Aljazair, Cina, India, Israel, Yordania, dan Lebanon. Dan tahun-tahun berikutnya Ardern aktif menjadi anggota parlemen.

Pada 2017 Ardern terpilih menjadi pemimpin Partai Buruh lalu pada tahun yang sama Ardern memenangkan pemilihan umum dan terpilih menjadi Perdana Menteri. Wanita ini menjadi ikon feminis setelah wawancaranya terkait pertanyaan kepada wanita yang akan bekerja apakah mereka berencana mengambil cuti untuk memiliki anak.

"Saya memutuskan untuk membicarakannya, itu adalah pilihan saya..., tetapi bagi wanita lain, sangat tidak dapat diterima pada tahun 2017 untuk mengatakan bahwa wanita harus menjawab pertanyaan itu di tempat kerja. Itu adalah keputusan wanita tentang kapan mereka memilih untuk memiliki anak. Seharusnya tidak menentukan terlebih dahulu apakah mereka diberi pekerjaan atau memiliki peluang kerja atau tidak," ungkapnya dengan tegas.

3. Kamala Harris

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih pada 2020 Kamala Harris saat ini ramai diperbincangkan. Dia adalah wanita pertama dan juga orang Asia-Amerika serta orang kulit hitam Amerika pertama yang menjadi wakil presiden AS.

"Saya mungkin menjadi wanita pertama di kantor [wakil presiden] ini, [tetapi] saya bukanlah yang terakhir, karena setiap gadis kecil yang menonton malam ini melihat bahwa ini adalah negara yang penuh dengan kesempatan," ungkapnya pada pidato pertama setelah terpilih pada Minggu (8/11/2020).

Seperti dikutip Bisnis pada Senin (9/11/2020), Harris merupakan jaksa wilayah wanita pertama di San Francisco, jaksa agung wanita pertama di California, orang India-Amerika pertama di senat AS, kandidat India-Amerika pertama dari sebuah partai besar yang mencalonkan diri sebagai wakil presiden.

Harris menjadi senator pada 2016. Dia menjadi wanita kulit hitam pertama yang bertahan dalam lingkaran senat lebih dari satu dekade.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Angela Merkel Jacinda Ardern Kamala Harris
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top