Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Ujaran Kebencian, Gus Nur Ajukan Penangguhan Penahanan

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap Sugi Nur Raharja atau yang akrab disapa Gus Nur pada hari ini, Sabtu (24/10/2020).
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  09:59 WIB
Penjara - Istimewa
Penjara - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Penasihat hukum tersangka Sugik Nur Raharja atau Gus Nur, Chandra Purna Irawan, akan mengajukan penangguhan penahanan ke penyidik Bareskrim Polri hari ini, Senin  (26/10/2020).

Ada dua alasan yang membuat pihaknya mengajukan penangguhan penahanan terhadap tersangka Sugik Nur Raharja atau Gus Nur tersebut.

Pertama, tersangka Sugik Nur Raharja atau Gus Nur memiliki ratusan santri di pondok pesantrennya yang harus diberi makan.

"Ustadz Gus Nur ini punya santri yang perlu untuk diperhatikan dari sisi pembinaan mengaji Alquran hingga nafkah operasional pesantren, karena santri ini selama ini dibiayai oleh Gus Nur," tuturnya kepada Bisnis, Senin (26/10/2020).

Kedua, tersangka Sugik Nur Raharja atau Gus Nur selama ini diklaim selalu bersikap kooperatif selama proses penyidikan di Bareskrim Polri.

"Gus Nur selama ini kooperatif kok," katanya.

Menurut Chandra, pihak penjamin penangguhan penahanan Sugik Nur Raharja atau Gus Nur antara lain pihak keluarga, alim ulama dan sejumlah tokoh masyarakat.

"Mereka bersedia untuk jadi penjamin penangguhan penahanan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap Sugi Nur Raharja atau yang akrab disapa Gus Nur pada hari ini, Sabtu (24/10/2020).

Gus Nur juga telah ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga menyebarkan ujaran kebencian soal Nahdlatul Ulama (NU).

"Ya betul, atas laporan dari NU dan sedang dalam perjalanan dibawa ke sini (Gedung Bareskrim Polri)," ujar Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat dihubungi pada Sabtu, (24/10/2020).

Gus Nur ditangkap pada 24 Oktober 2020 dini hari di sebuah rumah di Malang, Jawa Timur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nahdlatul ulama Ujaran Kebencian
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top