Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dua Maskapai AS Ini PHK 32.000 Karyawan

Keputusan PHK diambil di tengah negosiasi yang belum final antara Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Kongres tentang perpanjangan dukungan penggajian untuk maskapai penerbangan AS.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  10:51 WIB
Pesawat milik American Airlines Group Inc. diparkir di bandara O'Hare International Airport (ORD) di Chicago, Illinois, AS -  Bloomberg / Patrick T. Fallon
Pesawat milik American Airlines Group Inc. diparkir di bandara O'Hare International Airport (ORD) di Chicago, Illinois, AS - Bloomberg / Patrick T. Fallon

Bisnis.com, JAKARTA - American Airlines Group Inc. dan United Airlines Holdings Inc. akan mulai memberhentikan ribuan karyawan seperti yang dijadwalkan semula.

Keputusan diambil di tengah negosiasi yang belum final antara Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Kongres tentang perpanjangan dukungan penggajian untuk maskapai penerbangan AS.

Menurut memo kepada karyawan, kedua maskapai tersebut berjanji untuk membatalkan keputusannya jika pemerintah setuju untuk memberikan bantuan tambahan dalam beberapa hari ke depan. American memberhentikan 19.000 karyawan, sementara United memberhentikan sekitar 13.000 orang.

Keputusan untuk melanjutkan PHK meningkatkan tekanan pada Mnuchin dan Ketua DPR Nancy Pelosi saat mereka merundingkan bantuan ekonomi senilai US$2,2 triliun yang didukung oleh Demokrat. Nilai itu termasuk US$25 miliar dalam bantuan penggajian untuk maskapai penerbangan.

"Saya sangat menyesal kami sampai pada titik ini. Ini bukan layak Anda semua dapatkan," kata CEO American Airlines Doug Parker dalam sebuah surat kepada karyawan, dilansir Bloomberg, Kamis (1/10/2020).

Sementara itu kemarin, Menteri Keuangan mendesak maskapai penerbangan untuk menunda PHK yang akan dimulai ketika putaran bantuan penggajian sebelumnya sebesar US$25 miliar berakhir. Pimpinan DPR menunda pemungutan suara mengenai rencana stimulus untuk memberi Pelosi lebih banyak waktu untuk menyelesaikan kompromi dengan Mnuchin.

United mengatakan telah menjelaskan kepada pemerintahan Trump, Kongres dan serikat buruh bahwa mereka dapat dan akan mengurungkan rencana PHK jika bantuan tambahan diperpanjang. Namun hal itu menjadi belum pasti.

Gelombang PHK itu akan menambah kehilangan pekerjaan yang sudah berjumlah 150.000 di empat perusahaan penerbangan terbesar di negara itu berdasarkan karyawan yang keluar secara sukarela atau mengambil cuti sementara.

Maskapai penerbangan telah mengurangi gaji eksekutif, mengurangi jadwal, dan melarang penerbangan karena permintaan domestik merosot sekitar 30 persen dari level tahun lalu.

Perjalanan internasional masih jauh di bawah itu. Bahkan dengan pengeluaran yang lebih rendah, industri kehilangan miliaran dolar setiap bulan karena biaya melebihi pendapatan.

Adapun Delta Air Lines Inc. akan menghindari sebagian besar PHK hingga setidaknya musim panas mendatang setelah 17.000 pekerja mengundurkan diri dan 40.000 lainnya mengambil cuti yang tidak dibayar.

Perusahaan tetap dalam pembicaraan dengan serikat pilot tentang jalan untuk memangkas jumlah cuti yang tidak dibayar sekitar 2.000 orang. Southwest Airlines Co. juga mengatakan tidak akan memberhentikan pekerja hingga akhir 2020 setelah 28 persen tenaga kerjanya setuju untuk undur diri secara permanen atau sementara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

american airlines phk maskapai penerbangan united airlines

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top