Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Covid-19: Tekan Jumlah PHK, Inggris Umumkan 3 Kebijakan Baru

Menkeu tidak bisa menjamin program-program akan menyelamatkan semua lapangan kerja. Namun, dia berharap jumlah pegawai yang terkena PHK terus berkurang.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 24 September 2020  |  20:05 WIB
Menkeu Inggris Rishi Sunak - Bloomberg/Simon Dawson
Menkeu Inggris Rishi Sunak - Bloomberg/Simon Dawson

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Inggris, Kamis (24/9/2020), mengumumkan tiga langkah ekonomi untuk menekan praktik pemutusan hubungan kerja.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan Rishi Sunak saat rapat bersama jajaran parlemen.

"Perekonomian kita sepertinya harus melakukan penyesuaian yang lebih panjang," kata Sunak seperti diwartakan Bloomberg.

Langkah pertama yang dilakukan pemerintah adalah memperpanjang program bantuan tunai untuk pekerja paruh waktu (freelance). Program ini dicanangkan berjalan sampai 6 bulan ke depan.

Kemudian, terkait bantuan terhadap perusahaan yang terpukul akibat pendapatan sosial, pemerintah berjanji membuat aturan baru yang lebih fleksibel.

Langkah ketiga yang akan ditempuh kabinet Boris Johnson adalah kembali mengurangi pajak industri pariwisata dan hotel sebesar 15 persen.

Menkeu, dalam akhir paparannya, mengatakan dia tidak bisa menjamin program-program akan menyelamatkan semua lapangan kerja. Namun, dia berharap jumlah pegawai yang terkena PHK terus berkurang.

"Jujur saja, saya tidak mungkin bisa menyelamatkan semua pekerja di negara ini. Tak satu pun menteri keuangan di dunia bisa melakukan hal itu," ujar Sunak.

Terhitung hingga Kamis (24/9), jumlah kasus kumulatif Covid-19 di Inggris telah melampaui angka 410.000. Pemerintah tidak merilis data pasien sembuh, namun dari jumlah tersebut diketahui 41.862 di antaranya sudah meninggal.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris phk Boris Johnson covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top