Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tangani 2.382 Kasus Korupsi, Kapolri: Kerugian Negara Rp7,3 Triliun

Sepanjang 2020, Polri berhasil menyelesaikan 295 perkara tipikor dengan total kerugian negara mencapai Rp1,69 triliun.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 30 September 2020  |  14:55 WIB
Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis - humas.polri.go.id
Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis - humas.polri.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Kepolisan Negara Republik Indonesia (Polri) sukses menangani 2.382 perkara tindak pidana korupsi (tipikor) dengan penyelesaian 2.113 perkara pada periode 2018 - 2020.

"Total kerugian negara Rp7,3 triliun dan berhasil menyelamatkan keuangan negara Rp3,6 triliun," ujar Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis dalam Rapat Kerja bersama Komisi III DPR RI, Rabu (30/9/2020).

Lebih lanjut, sepanjang 2020, Polri berhasil menyelesaikan 295 perkara tipikor dengan total kerugian negara mencapai Rp1,69 triliun.

Yang terkini, Polri melalui Bareskrim sedang menangani kasus pemalsuan surat dan tipikor Djoko Tjandra dengan tiga tersangka pada kasus pemalsuan surat yakni BJP Prasetijo Utama, Anita Kolopaking, dan Djoko Tjandra.

Adapun, dalam perkara tipikor tersebut ditetapkan empat tersangka yakni Djoko Tjandra, Tommy Sumardi, BJP Prasetijo Utama, dan IJP Napoleon Bonaparte.

Seperti diberitakan sebelumnya, perkembangan terkini kasus tersebut adalah Bareskrim Polri mengungkapkan bahwa tersangka Irjen Polisi Napoleon Bonaparte diduga meminta uang sebesar Rp7 miliar kepada tersangka Djoko Soegiharto Tjandra melalui pihak swasta Tomy Sumardi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi polri kerugian negara
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top